Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?

Rabu, 01 Juli 2026 - 01:10 WIB
loading...
A A A
Drone yang sarat dengan bahan peledak dapat digunakan untuk melayang atau berpatroli, dan meledak di dekat pesawat yang mendekat. Tidak seperti ranjau darat yang bersifat statis, kawanan drone udara yang cerdas dapat berkomunikasi satu sama lain dan mengubah posisi mereka untuk beradaptasi dengan pergerakan target musuh dan untuk menghindari tindakan balasan.

Ladang ranjau udara juga dapat menggunakan intersepsi non-kinetik terhadap pesawat berawak. Drone dapat digunakan untuk melakukan peperangan elektronik (EW), mengacaukan radar atau komunikasi pesawat yang mendekat. Drone juga dapat dilengkapi dengan perangkat energi terarah untuk membutakan pesawat tempur berawak, atau bahkan menggunakan sistem yang relatif berteknologi rendah seperti jaring jebakan.

2. Belajar dari China

Teknologi ini telah lama dinantikan. Pada musim gugur tahun 2024, pengusaha teknologi Elon Musk memuji kemampuan kawanan drone China—dan secara eksplisit mengkritik pengembangan pesawat tempur berawak, menyebut para perencana militer di Departemen Pertahanan sebagai "idiot" karena berinvestasi pada platform berawak seperti F-35 Lightning II.

Sebagai tanggapan, para analis pada saat itu menggambarkan gambaran yang lebih seimbang tentang peperangan udara, menunjukkan bahwa masih ada beberapa fungsi yang lebih unggul daripada drone dibandingkan manusia dan bahwa pesawat berawak dan tanpa awak dapat saling melengkapi. Tetapi berita terbaru bahwa Iran mungkin telah menggunakan kawanan drone menunjukkan bahwa pesawat tempur berawak memiliki ancaman baru.

3. Jet Tempur Harus Ditemani Drone

Melansir The National Interest, efektivitas ladang ranjau udara dapat diatasi, setidaknya sebagian, oleh drone lain—yaitu, "pendamping setia" yang beroperasi bersama pesawat tempur berawak.

Upaya tersebut sudah dilakukan. Angkatan Udara Amerika Serikat baru-baru ini memberikan kontrak kepada dua perusahaan, Anduril Industries dan General Atomics Aeronautical Systems (GA-ASI), di bawah program Collaborative Combat Aircraft (CCA) Increment 1. Kedua perusahaan tersebut masing-masing mengembangkan drone FQ-44 "Fury" dan FQ-42 Dark Merlin. Sistem drone lain yang sedang dipertimbangkan adalah YFQ-48a "Talon Blue" milik Boeing, yang saat ini sedang dikembangkan di Australia.

Angkatan Udara telah mengindikasikan bahwa peningkatan di masa mendatang dapat memerlukan pengembangan sistem pesawat tanpa awak (UAS) tambahan. Drone CCA sedang dikembangkan untuk mendukung pesawat tempur berawak generasi kelima dan keenam yang sudah ada serta pesawat lain, termasuk B-21 Raider Angkatan Udara AS yang akan datang, di mana drone otonom dapat terbang di samping pesawat pembom untuk memperluas jangkauan sensor dan bertindak sebagai pengawal pertahanan. Itu bisa termasuk membersihkan area di sekitar pesawat.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Mudah Emosi dan Defensif?...
Mudah Emosi dan Defensif? Ternyata Kurang Tidur Bisa Jadi Penyebab Utamanya
Berita Terkini
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved