Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone

Selasa, 30 Juni 2026 - 07:57 WIB
loading...
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris akan ganti 6 kapal perusak Type 45 yang sudah tua dengan 6 kapal perang hibrida yang mampu mengendalikan drone. Foto/Army Recognition
A A A
LONDON - Inggris berencana mengganti enam kapal perusak tua dengan enam kapal perang hibrida yang mampu mengendalikan drone. Rencana ini diumumkan pemerintah saat bersiap untuk mengungkap rencana investasi pertahanan yang telah lama tertunda selama dekade berikutnya.

Enam kapal perang baru tersebut, yang akan menggantikan enam kapal perusak Type 45, akan mulai beroperasi awal tahun 2030-an. "Akan menggabungkan kemampuan berawak dan tanpa awak serta lebih sesuai dengan kecepatan dan sifat peperangan modern," kata Kementerian Pertahanan Inggris, yang dikutip AFP, Selasa (30/6/2026).

Baca Juga: Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning

"Kapal-kapal ini dilengkapi untuk mengerahkan drone dan bekerja bersama berbagai kapal lain, platform tanpa awak, dan aset bawah air, mewakili investasi sekali seumur hidup dalam kemampuan maritim baru," imbuhnya.

Pengumuman ini menyusul periode yang penuh gejolak bagi kementerian tersebut, setelah Menteri Pertahanan John Healey dan Menteri Angkatan Bersenjata Al Carns mengundurkan diri awal bulan ini karena perselisihan mengenai pendanaan untuk Rencana Investasi Pertahanan (DIP) yang telah lama ditunggu-tunggu.

Perdana Menteri Keir Starmer juga mengumumkan pengunduran dirinya 11 hari kemudian karena dukungan untuk pemimpin yang sedang terpuruk di internal Partai Buruh yang berkuasa setelah serangkaian kesalahan langkah, perubahan kebijakan, dan skandal pemerintah.

Awalnya direncanakan untuk dirilis tahun lalu, DIP telah berulang kali ditunda karena pemerintah kesulitan menemukan uang untuk meningkatkan pengeluaran militer dan memprioritaskan NATO seiring meningkatnya ancaman dari Rusia.

Healey dan Al Carns sebelumnya memperingatkan bahwa DIP yang diusulkan Starmer tidak cukup didanai dan berisiko membuat Inggris "kurang aman".

Media-media Inggris melaporkan bahwa dana yang tersedia kurang hingga USD37 miliar dari yang diminta oleh Kementerian Pertahanan.

Pengganti Healey, Dan Jarvis, telah menghabiskan dua minggu pertamanya dalam peran tersebut untuk memfokuskan kembali rencana tersebut. "Ke arah prioritas yang lebih mendesak," kata Kementerian Pertahanan.

Rencana tersebut diharapkan akan dipublikasikan menjelang KTT NATO beberapa hari mendatang yang diselenggarakan oleh Turki di Ankara mulai 7 Juli.

Enam kapal perang baru itu dikenal sebagai "Common Combat Vessels". "Kapal perang baru tersebut dapat bertindak sebagai pusat kendali untuk sistem tanpa awak yang memperluas jangkauan, ketahanan, dan daya tembak Angkatan Laut tanpa peningkatan proporsional dalam jumlah awak atau biaya," kata Kementerian Pertahanan.

Ditambahkan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari rencana untuk beralih ke Angkatan Laut hibrida daripada memusatkan kemampuan pada sejumlah kecil kapal besar dan mahal.

Jarvis mengatakan, "Kapal-kapal baru tersebut dirancang dan dibangun untuk menghadapi ancaman yang semakin meningkat yang kita hadapi."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Iran Desak Militer Negara...
Iran Desak Militer Negara Barat Angkat Kaki dari Timur Tengah: Biang Masalah!
Rekomendasi
Breaking News! Nadiem...
Breaking News! Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Sidang Cerai Wardatina...
Sidang Cerai Wardatina Mawa Masuk Tahap Akhir, Ayah Insanul Fahmi Beri Kesaksian
Tingkatkan Efisiensi...
Tingkatkan Efisiensi Layanan, ASABRI Digitalisasi 2.000 Klaim Peserta
Berita Terkini
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved