Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 - 01:10 WIB
loading...
Merasa Dikucilkan di...
Merasa dikucilkan di NATO, Erdogan minta Turki dimasukkan dalam struktur keamanan NATO. Foto/X
A A A
ANKARA - Turki harus dimasukkan dalam semua struktur pertahanan dan keamanan Eropa. Itu diungkapkan Presiden Recep Tayyip Erdogan pada hari Senin, seminggu sebelum KTT NATO penting di Ankara.

Pernyataannya muncul ketika Eropa berupaya untuk memperbarui pertahanannya mengingat ancaman dari Rusia dan risiko penarikan AS dari NATO, saat aliansi militer bersiap untuk KTT penting di ibu kota Turki pada 7-8 Juli.

Yang menjadi masalah adalah akses Turki ke inisiatif Aksi Keamanan untuk Eropa (SAFE) Uni Eropa senilai 150 miliar euro (176 miliar dolar AS), sebuah skema kunci untuk memperkuat kemampuan pertahanan Eropa.

“Kontribusi Turki yang sangat penting bagi keamanan Eropa terkadang diabaikan,” kata Erdogan kepada delegasi parlemen dari seluruh 32 negara anggota NATO di Istanbul, seraya mengatakan bahwa Turki ingin “berpartisipasi dalam semua inisiatif pertahanan dan keamanan” di benua itu.



“Kami mengharapkan dukungan Anda, para anggota parlemen, untuk dimasukkannya Turki dalam inisiatif pertahanan dan keamanan yang diumumkan oleh Uni Eropa.”

Meskipun Turki secara teknis memenuhi syarat untuk mengakses inisiatif SAFE, hal itu membutuhkan persetujuan dari semua 27 anggota Uni Eropa—sesuatu yang telah diancam akan diblokir oleh Yunani.

Pemimpin Turki itu juga mendesak NATO untuk menghapus semua hambatan yang menghalangi perdagangan industri pertahanan antar anggota aliansi.

“Jika kita ingin mengatasi tantangan yang kita hadapi, kita perlu menghilangkan hambatan terhadap perdagangan industri pertahanan sambil memastikan pembagian beban yang seimbang dan adil di antara sekutu,” katanya, dilansir Al Arabiya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Program Binawan Eropa...
Program Binawan Eropa Antarkan 36 Perawat Indonesia Berkarier di Eropa
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Kejutan! Maroko Singkirkan...
Kejutan! Maroko Singkirkan Belanda Lewat Drama Adu Penalti
Suasana Jelang Putusan...
Suasana Jelang Putusan Nadiem, Polisi Berjaga, Papan Dukungan, hingga Mitra Gojek Padati PN Tipikor
Berita Terkini
Rusia dan Ukraina Makin...
Rusia dan Ukraina Makin Jauh dari Perdamaian, Apa Pemicunya?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Infografis
NATO Eropa Takut Trump...
NATO Eropa Takut Trump akan Hentikan Dukungan Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved