Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Senin, 29 Juni 2026 - 12:51 WIB
loading...
Mantan Presiden AS Joe Biden sebut Presiden Donald Trump pecundang, narsis, dan sombong. Dia juga menuduh sang presiden melakukan korupsi yang terang-terangan. Foto/William J. Ford/Maryland Matters
A
A
A
WASHINGTON - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melontarkan serangan verbal terhadap Presiden Donald Trump, menyebutnya sebagai pecundang, narsis, dan sombong.
Biden juga menuduh sang presiden melakukan korupsi yang terang-terangan dan mencolok. Serangan verbal ini disampaikan pada acara gala Partai Demokrat Maryland di sebuah kasino pada akhir pekan lalu, di mana para kandidat anggota Kongres berkampanye menjelang pemilihan paruh waktu November.
Baca Juga: Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Komentar politisi Partai Demokrat ini muncul bertepatan dengan peringatan kedua penampilan debatnya yang buruk melawan Trump, yang akhirnya menyebabkan dia mengundurkan diri dari pencalonannya kembali sebagai kandidat presiden.
Biden mengecam Trump atas "distorsi dan penghancuran NATO yang disengaja" serta apa yang dia sebut sebagai "proyek kesombongan".
Dia mengingat bahwa Trump telah merobohkan Sayap Timur Gedung Putih untuk memberi ruang bagi ruang dansanya, menempatkan namanya di Kennedy Center, berencana membangun sebuah lengkungan untuk menghormatinya sendiri, dan bahkan menyewa tukang kolam renangnya sendiri untuk memperbaiki kolam refleksi di Monumen Lincoln.
"Wah, sungguh pecundang," ledek Biden, seperti dikutip dari Russia Today, Senin (29/6/2026).
Biden merujuk pada pengecatan ulang kolam Monumen Lincoln senilai USD14 juta oleh Trump, yang diikuti oleh pertumbuhan alga berulang setelah perbaikan. Kontrak tersebut—yang dikerjakan dengan sangat cepat—juga diberikan, tanpa melalui proses tender kompetitif, kepada sebuah perusahaan yang sebelumnya pernah mengerjakan kolam renang di salah satu klub golf Trump.
Lebih lanjut, Biden menuduh Trump melakukan “korupsi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Amerika di pemerintahan mana pun", mengeklaim bahwa Trump telah menghasilkan miliaran dolar sejak kembali ke Gedung Putih.
Biden kemudian menyuarakan kemarahannya atas rencana pemerintahan Trump untuk membayar kompensasi kepada mereka yang mengeklaim telah menjadi sasaran yang salah selama kerusuhan Capitol Hill pada 6 Januari. Alih-alih menikmati pembayaran kompensasi, Biden menyarankan agar orang-orang tersebut dipenjara untuk waktu yang sangat lama.
Meskipun Biden menyebut Trump sebagai “pecundang", justru dialah yang banyak diejek atas penampilannya dalam debat Juni 2024 melawan Trump sebagai kandidat presiden dari Partai Republik. Pada saat itu, Biden—yang sudah dibebani oleh kekhawatiran publik tentang usia dan kebugarannya—tampak bingung dan kehilangan fokus pada beberapa kesempatan.
Hanya beberapa hari setelah debat yang gagal tersebut, para anggota Kongres dari Partai Demokrat mulai secara terbuka mendesaknya untuk mundur. Biden akhirnya menarik diri dari pencalonannya pada bulan berikutnya dan mendukung Wakil Presiden Kamala Harris, yang kemudian dikalahkan Trump dalam pemilihan presiden.
Biden juga menuduh sang presiden melakukan korupsi yang terang-terangan dan mencolok. Serangan verbal ini disampaikan pada acara gala Partai Demokrat Maryland di sebuah kasino pada akhir pekan lalu, di mana para kandidat anggota Kongres berkampanye menjelang pemilihan paruh waktu November.
Baca Juga: Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Komentar politisi Partai Demokrat ini muncul bertepatan dengan peringatan kedua penampilan debatnya yang buruk melawan Trump, yang akhirnya menyebabkan dia mengundurkan diri dari pencalonannya kembali sebagai kandidat presiden.
Biden mengecam Trump atas "distorsi dan penghancuran NATO yang disengaja" serta apa yang dia sebut sebagai "proyek kesombongan".
Dia mengingat bahwa Trump telah merobohkan Sayap Timur Gedung Putih untuk memberi ruang bagi ruang dansanya, menempatkan namanya di Kennedy Center, berencana membangun sebuah lengkungan untuk menghormatinya sendiri, dan bahkan menyewa tukang kolam renangnya sendiri untuk memperbaiki kolam refleksi di Monumen Lincoln.
"Wah, sungguh pecundang," ledek Biden, seperti dikutip dari Russia Today, Senin (29/6/2026).
Biden merujuk pada pengecatan ulang kolam Monumen Lincoln senilai USD14 juta oleh Trump, yang diikuti oleh pertumbuhan alga berulang setelah perbaikan. Kontrak tersebut—yang dikerjakan dengan sangat cepat—juga diberikan, tanpa melalui proses tender kompetitif, kepada sebuah perusahaan yang sebelumnya pernah mengerjakan kolam renang di salah satu klub golf Trump.
Lebih lanjut, Biden menuduh Trump melakukan “korupsi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Amerika di pemerintahan mana pun", mengeklaim bahwa Trump telah menghasilkan miliaran dolar sejak kembali ke Gedung Putih.
Biden kemudian menyuarakan kemarahannya atas rencana pemerintahan Trump untuk membayar kompensasi kepada mereka yang mengeklaim telah menjadi sasaran yang salah selama kerusuhan Capitol Hill pada 6 Januari. Alih-alih menikmati pembayaran kompensasi, Biden menyarankan agar orang-orang tersebut dipenjara untuk waktu yang sangat lama.
Meskipun Biden menyebut Trump sebagai “pecundang", justru dialah yang banyak diejek atas penampilannya dalam debat Juni 2024 melawan Trump sebagai kandidat presiden dari Partai Republik. Pada saat itu, Biden—yang sudah dibebani oleh kekhawatiran publik tentang usia dan kebugarannya—tampak bingung dan kehilangan fokus pada beberapa kesempatan.
Hanya beberapa hari setelah debat yang gagal tersebut, para anggota Kongres dari Partai Demokrat mulai secara terbuka mendesaknya untuk mundur. Biden akhirnya menarik diri dari pencalonannya pada bulan berikutnya dan mendukung Wakil Presiden Kamala Harris, yang kemudian dikalahkan Trump dalam pemilihan presiden.
(mas)
Lihat Juga :