10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya

Senin, 29 Juni 2026 - 13:37 WIB
loading...
A A A
Hubungan kedua negara juga dibayangi krisis kepercayaan yang telah berlangsung sejak Revolusi Iran 1979. Lebih dari empat dekade permusuhan membuat setiap kesepakatan selalu dipenuhi kecurigaan. Bahkan ketika gencatan senjata disepakati, masing-masing pihak tetap bersiap menghadapi kemungkinan pelanggaran sehingga ruang untuk membangun kepercayaan menjadi sangat terbatas.

Selain itu, konflik tidak hanya melibatkan AS dan Iran. Dinamika keamanan di Timur Tengah, termasuk ketegangan di Teluk Persia dan ancaman terhadap jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz, membuat setiap insiden berpotensi menggagalkan proses diplomasi. Serangan terhadap pangkalan militer, kapal dagang, maupun kepentingan sekutu masing-masing pihak kerap memicu aksi balasan yang memperburuk keadaan.

Karena itu, hampir seluruh perundingan yang telah berlangsung sejauh ini hanya menghasilkan penghentian sementara aksi militer atau kesepahaman untuk melanjutkan dialog. Belum ada perjanjian damai yang mampu menyelesaikan seluruh persoalan pokok sekaligus menyediakan mekanisme yang efektif untuk memastikan setiap komitmen dijalankan.

Dengan kondisi tersebut, peluang tercapainya perdamaian tetap terbuka, tetapi sangat bergantung pada kemampuan Washington dan Teheran mengatasi persoalan mendasar yang selama ini menjadi sumber konflik. Selama isu nuklir, sanksi ekonomi, keamanan kawasan, dan krisis kepercayaan belum menemukan titik temu, perang berpotensi kembali pecah meski meja perundingan terus dibuka.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan...
Usulan Rokok Murah Dikhawatirkan Tekan Penerimaan Negara
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved