Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Senin, 29 Juni 2026 - 08:31 WIB
loading...
A
A
A
Berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Washington dan Teheran awal bulan ini, Iran setuju untuk mengizinkan inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk kembali mengakses situs nuklirnya setelah pengawasan ditangguhkan tahun lalu.
Iran juga berjanji tidak akan mengembangkan senjata nuklir.
Seruan media pro-IRGC itu muncul setelah Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi meminta agar inspektur-inspekturnya diberikan akses penuh ke situs nuklir Iran untuk memantau program nuklir Teheran.
“Pemerintah Iran telah menegaskan dengan cukup jelas bahwa [pengembangan senjata nuklir] bukanlah niat mereka, tetapi tentu saja, niat saja tidak cukup,” kata Grossi pada Jumat pekan lalu.
“Untuk mendapatkan kepastian, kita perlu memiliki sistem verifikasi yang sangat kuat sesegera mungkin,” ujarnya.
Iran setuju untuk mengizinkan inspektur IAEA kembali pada bulan September, tetapi belum memberikan akses ke situs-situs nuklir yang dibom oleh AS atas perintah Trump pada tahun 2025.
Iran juga berjanji tidak akan mengembangkan senjata nuklir.
Seruan media pro-IRGC itu muncul setelah Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi meminta agar inspektur-inspekturnya diberikan akses penuh ke situs nuklir Iran untuk memantau program nuklir Teheran.
“Pemerintah Iran telah menegaskan dengan cukup jelas bahwa [pengembangan senjata nuklir] bukanlah niat mereka, tetapi tentu saja, niat saja tidak cukup,” kata Grossi pada Jumat pekan lalu.
“Untuk mendapatkan kepastian, kita perlu memiliki sistem verifikasi yang sangat kuat sesegera mungkin,” ujarnya.
Iran setuju untuk mengizinkan inspektur IAEA kembali pada bulan September, tetapi belum memberikan akses ke situs-situs nuklir yang dibom oleh AS atas perintah Trump pada tahun 2025.
Lihat Juga :