Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?

Minggu, 28 Juni 2026 - 07:45 WIB
loading...
Benarkah Mossad Hendak...
Mossad diklaim merencanakan pembunuhan terhadap kepala militer Pakistan Field Marshal Asim Munir selama perundingan damai AS-Iran di Swiss. Foto/The Wire
A A A
ISLAMABAD - Jurnalis Brasil dan pakar geostrategi, Pepe Escobar, mengatakan dalam podcast Mario Nawfal bahwa badan intelijen Israel; Mossad, merencanakan pembunuhan terhadap kepala militer Pakistan, Field Marshal Asim Munir. Benarkah klaim tersebut?

Menurut Escobar, rencana pembunuhan ini menargetkan Munir dan delegasi Pakistan selama perundingan damai Amerika Serikat (AS)-Iran di Jenewa, Swiss. Pakistan merupakan mediator dalam negosiasi tersebut di bawah Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad.

Baca Juga: Israel Pecat Wakil Bos Mossad setelah Gagal Runtuhkan Rezim Iran

"Militer Pakistan menerima informasi yang sangat kredibel bahwa Mossad sedang mempersiapkan, atas perintah [Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu, upaya pembunuhan terhadap Asim Munir dan mungkin juga anggota delegasi Pakistan lainnya yang akan pergi ke Swiss," kata Escobar, yang dikutip Outlook India, Minggu (28/6/2026).

Dia menambahkan bahwa otoritas Pakistan mengirimkan peringatan keras kepada Israel. Escobar mengutip sumbernya yang mengatakan, "Jika Anda menyentuh delegasi kami, kami akan menghapus Anda dari peta, titik."

Baik Pakistan maupun Israel belum secara resmi mengonfirmasi klaim tersebut. Klaim tersebut muncul beberapa hari setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif memimpin delegasi dalam pertemuan diplomatik terkait upaya untuk mengurangi ketegangan antara Washington dan Teheran.

Para pemimpin Israel mengkritik perjanjian perdamaian Iran-AS, dengan mengatakan bahwa mereka tidak dilibatkan dalam proses tersebut. Serangan militer Israel di Lebanon juga mengancam akan menggagalkan kesepakatan penting ini.

Namun, media Pakistan menolak klaim tentang rencana Mossad itu sebagai sepenuhnya tidak berdasar. Jurnalis senior Kamran Khan membahasnya di X dan mengatakan bahwa seorang pejabat keamanan Pakistan yang berkedudukan tinggi menyebut klaim yang sensasional itu benar-benar omong kosong dan tidak masuk akal. "Tidak ada hal seperti itu yang terjadi," katanya.

Khan menginformasikan bahwa menurut pejabat tersebut, seluruh kunjungan delegasi Pakistan ke Swiss, termasuk Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Field Marshal Syed Asim Munir, berjalan lancar. "Sepanjang kunjungan tersebut, tidak ada peringatan keamanan atau bahkan kekhawatiran sekecil apa pun yang disampaikan oleh tim keamanan Swiss atau AS," paparnya.

Pejabat, kata Khan, menolak klaim rencana pembunuhan itu sebagai fiksi tanpa dasar yang tidak ada hubungannya dengan kenyataan.

Pakistan tidak mengakui Israel sebagai negara berdaulat. Kedua negara tidak memiliki kemitraan strategis dan secara historis saling memandang sebagai musuh.

India Today melaporkan bahwa Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif baru-baru ini meningkatkan retorika dengan menyebut Israel "jahat" dan "kutukan bagi umat manusia." Dia mengecam keras tindakan militer Israel di Lebanon, menuduhnya melakukan genosida.

Para pejabat Israel dengan cepat menolak komentar Asif. Mereka kemudian mempertanyakan kemampuan Pakistan untuk mempertahankan netralitas sebagai mediator sementara para menteri seniornya mengeluarkan kecaman tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Berita Terkini
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved