Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Minggu, 28 Juni 2026 - 05:49 WIB
loading...
A
A
A
Dia berpendapat bahwa Netanyahu telah memperpanjang perang di Gaza, memungkinkannya untuk tetap menjabat meskipun apa yang digambarkan Friedmann sebagai kegagalan politik besar.
Friedmann mengatakan ada keuntungan bagi Trump untuk memengaruhi kebijakan Israel dalam keadaan saat ini. "Kami berutang budi padanya karena menghentikan perang tanpa akhir di Gaza dan membawa pulang para sandera," terangnya.
“Ada juga keraguan tentang logika menjalankan perang di Lebanon. Mungkin lebih baik jika dia menghentikan kami di sana juga," lanjut mantan menteri Israel tersebut.
Namun, dia memperingatkan bahwa pengaruh eksternal atas pengambilan keputusan Israel datang dengan harga yang mahal.
“Harganya adalah hilangnya kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh generasi muda Israel dengan mengorbankan nyawa mereka,” katanya.
Friedmann menyimpulkan bahwa Israel berada di persimpangan antara visi politik yang bersaing, membandingkan koalisi Netanyahu dengan koalisi mantan Perdana Menteri Yitzhak Rabin.
“Ini bukan hanya soal citra, tetapi di atas segalanya soal esensi: negara seperti apa yang ingin kita bangun, dan mengapa negara ini didirikan?” lanjut dia.
Koalisi pemerintahan Netanyahu mencakup Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, yang keduanya telah menganjurkan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat di Tepi Barat yang diduduki dan perluasan pembangunan pemukiman.
Kedua menteri tersebut juga menyerukan peningkatan kendali Israel atas Tepi Barat yang diduduki, sementara Smotrich berulang kali menyerukan pendudukan kembali Jalur Gaza dan pembangunan kembali pemukiman di sana.
Friedmann mengatakan ada keuntungan bagi Trump untuk memengaruhi kebijakan Israel dalam keadaan saat ini. "Kami berutang budi padanya karena menghentikan perang tanpa akhir di Gaza dan membawa pulang para sandera," terangnya.
“Ada juga keraguan tentang logika menjalankan perang di Lebanon. Mungkin lebih baik jika dia menghentikan kami di sana juga," lanjut mantan menteri Israel tersebut.
Namun, dia memperingatkan bahwa pengaruh eksternal atas pengambilan keputusan Israel datang dengan harga yang mahal.
“Harganya adalah hilangnya kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh generasi muda Israel dengan mengorbankan nyawa mereka,” katanya.
Friedmann menyimpulkan bahwa Israel berada di persimpangan antara visi politik yang bersaing, membandingkan koalisi Netanyahu dengan koalisi mantan Perdana Menteri Yitzhak Rabin.
“Ini bukan hanya soal citra, tetapi di atas segalanya soal esensi: negara seperti apa yang ingin kita bangun, dan mengapa negara ini didirikan?” lanjut dia.
Koalisi pemerintahan Netanyahu mencakup Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, yang keduanya telah menganjurkan langkah-langkah keamanan yang lebih ketat di Tepi Barat yang diduduki dan perluasan pembangunan pemukiman.
Kedua menteri tersebut juga menyerukan peningkatan kendali Israel atas Tepi Barat yang diduduki, sementara Smotrich berulang kali menyerukan pendudukan kembali Jalur Gaza dan pembangunan kembali pemukiman di sana.
(mas)
Lihat Juga :