India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 07:27 WIB
loading...
India Tuntut Pertanggungjawaban...
Perwakilan Tetap India untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Harish Parvathaneni. Foto/rt
A A A
NEW YORK - India menyatakan keprihatinan atas penargetan berulang terhadap anak-anak selama konflik bersenjata. Negara itu menuntut agar mereka yang melakukan kejahatan tersebut dimintai pertanggungjawaban.

Menekankan bahwa pendidikan adalah hak yang harus tetap ada bahkan di masa konflik, Perwakilan Tetap India untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Harish Parvathaneni mengatakan, “Pendidikan adalah hak yang pemenuhannya merupakan salah satu kontribusi paling kuat untuk perdamaian abadi.”

Ia menunjukkan, “Perlindungan anak-anak tanpa pertanggungjawaban tidak lengkap.”

Berdasarkan hukum humaniter internasional, serangan yang disengaja terhadap sekolah sama dengan kejahatan perang.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa mungkin tidak akan pernah diketahui siapa yang bersalah atas serangan mematikan terhadap sekolah perempuan di Iran pada 28 Februari. Itu adalah hari pertama serangan AS-Israel di negara itu, yang menewaskan lebih dari 120 siswa berusia 6-13 tahun dan 26 guru.

AS awalnya mencoba menyalahkan militer Iran atas pemboman sekolah di Minab di Iran selatan. Namun, investigasi internal militer AS menunjukkan pasukan Amerika kemungkinan bertanggung jawab atas serangan fatal tersebut, lapor Reuters.

Selain itu, drone Ukraina menargetkan asrama dan sekolah pada malam hari di Republik Rakyat Lugansk, Rusia, pada 22 Mei, saat para siswa sedang tidur di dalamnya. Bangunan itu sebagian runtuh, menyebabkan 21 orang tewas, sebagian besar gadis remaja.

Kiev menargetkan satu bus yang membawa 44 orang, 28 di antaranya anak-anak, di Bryansk, Rusia, pekan lalu. Mereka yang berada di dalam bus tersebut adalah anggota tim olahraga pemuda Belarusia.

Setelah serangan itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menuduh Ukraina "memburu" anak-anak.

"India tetap teguh dalam komitmennya untuk melindungi anak-anak dalam konflik bersenjata dan untuk menegakkan hak mereka untuk belajar, tumbuh, dan mewujudkan potensi penuh mereka," tambah Parvathaneni.

Pernyataan perwakilan tetap India tersebut disampaikan setelah Sekretaris Jenderal PBB merilis laporan tentang 'Anak-anak dan konflik bersenjata'.

Laporan tersebut mencatat pelanggaran terhadap anak-anak dalam konflik bersenjata mencapai "tingkat yang mengejutkan" pada tahun 2025, dan jumlah anak yang terkena dampak mencapai rekor tertinggi, menurut laporan PTI.

Laporan itu menyatakan dalam skenario konflik, pihak-pihak yang terlibat "gagal menegakkan atau secara proaktif melemahkan kewajiban mereka... dan terus melakukan pelanggaran berat dengan impunitas yang hampir total."

Israel tercatat telah membunuh lebih dari 20.000 anak di Gaza dalam genosida paling terdokumentasi dalam sejarah dunia.

Baca juga: Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
RT 11 Gandaria Utara...
RT 11 Gandaria Utara Luncurkan Jingle KomLing Mania, Lagu Edukasi yang Bikin Warga Semangat Pilah Sampah!
Lima Korban SPPI dan...
Lima Korban SPPI dan Momentum Membenahi Program Bela Negara bagi Sipil
Berita Terkini
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved