Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima

Jum'at, 26 Juni 2026 - 21:31 WIB
loading...
Israel Melarang Seruan...
Bagian dalam Masjid Ibrahimi di Hebron. Foto/hebronrc.ps
A A A
HEBRON - Pasukan Israel melarang seruan azan di Masjid Ibrahimi di kota Hebron, Tepi Barat yang diduduki, untuk hari kelima berturut-turut. Perkembangan ini merupakan eskalasi terbaru terhadap warga Palestina di lokasi tersebut.

Militer Israel juga telah mengeluarkan perintah yang melarang direktur masjid, Sheikh Mutaz Abu Sneineh, dan kepala pengurusnya, Hammam Abu Murkhiya, memasuki lokasi tersebut selama 12 hari.

Seruan azan telah dilarang sejak hari Minggu, kata sumber Palestina kepada Middle East Eye.

Otoritas Israel menyebutkan pekerjaan pemeliharaan sebagai alasannya, setelah memulai persiapan memasang atap di atas halaman tengah masjid.

"Ada salat, tetapi tidak ada seruan azan," kata sumber Palestina tersebut.

Ia menjelaskan ruangan tempat azan disiarkan terletak di bagian masjid yang berada di bawah kendali Israel. Tentara menolak mengizinkan muazin, yang mengumandangkan azan, untuk mengaksesnya.

Pada tahun 1994, seorang pemukim Amerika-Israel memasuki Masjid Ibrahimi dan melepaskan tembakan ke arah jemaah Palestina, menewaskan 29 orang.

Setelah pembantaian tersebut, Israel membagi situs tersebut, mengalokasikan hampir 60% untuk penjajah Yahudi dan sisanya untuk Muslim.

Sejak saat itu, warga Palestina mengatakan Israel terus memperluas kendalinya atas tempat suci tersebut, yang dihormati Muslim dan Yahudi sebagai tempat pemakaman nabi Ibrahim, panutan bagi kedua agama tersebut, serta Kristen.

Mereka mengatakan Israel telah memperkenalkan serangkaian tindakan yang bertujuan mengurangi kehadiran Palestina sekaligus meningkatkan kendali Yahudi atas situs tersebut.

Tindakan-tindakan tersebut semakin intensif sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023. Tindakan tersebut termasuk pembatasan yang lebih ketat terhadap akses jemaah, pengusiran imam dan staf masjid, dan pengalihan kendali administratif secara bertahap dari Otoritas Palestina.

Masjid Ibrahimi terletak di Hebron, di Tepi Barat bagian selatan yang diduduki Israel sejak 1967. Pendudukan tersebut dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Tindakan yang Meningkat


Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Otoritas Palestina mengutuk apa yang digambarkannya sebagai "tindakan represif dan sewenang-wenang yang meningkat" yang menargetkan Masjid Ibrahimi.

Kementerian tersebut menyatakan memandang pengusiran Abu Sneineh dan Abu Murkhiya "dengan keprihatinan yang mendalam".

"Keputusan-keputusan ini merupakan penargetan langsung dan terbuka terhadap administrasi keagamaan resmi masjid dan merupakan upaya serius untuk melucuti kepemimpinan keagamaan dan administratif Masjid Ibrahimi yang sah dan berwenang secara agama," kata kementerian tersebut.

Kementerian menambahkan tindakan-tindakan tersebut merupakan bagian dari "kebijakan yang meningkat dan sistematis" yang bertujuan memperketat kendali Israel atas masjid tersebut.

Hisham Sharabati, koordinator di Komite Pertahanan Hebron, mengatakan larangan azan bukanlah hal baru.

Ia mengatakan seruan azan telah rutin dilarang pada hari Sabtu dan selama hari raya Yahudi sejak pertengahan tahun 1990-an.

Menurut Sharabati, tentara juga secara sewenang-wenang menolak akses muazin ke ruang azan, sehingga azan yang dijadwalkan tidak terkumandang.

"Terkadang larangan itu diberlakukan lebih ketat, terkadang kurang ketat," kata Sharabati kepada MEE. "Dalam satu bulan, bisa ada 70 hingga 90 azan yang terlewatkan.

"Larangan azan telah berlangsung lama. Ini adalah kebijakan lama."

Namun, ia mengatakan pembatasan telah meningkat secara signifikan sejak pemerintahan Israel saat ini mulai menjabat pada akhir tahun 2022.

"Selama pandemi Covid, pembatasan diberlakukan atas nama kesehatan masyarakat. Kemudian, selama perang, pembatasan dibuat atas dasar keamanan," katanya.

"Namun, bahkan ketika Israel mengizinkan pertemuan publik dengan jumlah tertentu di tempat lain, batasan yang sama tidak dihormati di Masjid Ibrahimi."

Sharabati juga mengatakan otoritas Israel semakin sering mengusir jemaah di satu-satunya pintu masuk masjid, yang dikendalikan tentara.

"Mereka mengusir orang-orang—pemuda, perempuan, dan lainnya—tanpa memberikan penjelasan yang sebenarnya," katanya.

Baca juga: Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 3 Tewas Tertimpa Reruntuhan, Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Didier Deschamps Absen...
Didier Deschamps Absen Dampingi Prancis di Piala Dunia 2026 usai Ibunda Meninggal Dunia
Daftar 25 Pemain Timnas...
Daftar 25 Pemain Timnas Indonesia U-17 Jelang Lawan Malaysia
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Berita Terkini
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved