Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Kamis, 25 Juni 2026 - 11:30 WIB
loading...
A
A
A
“Saya akan meninjau permintaan ini secara menyeluruh dan memastikan kita menjaga anggota militer kita, tetapi saya tidak akan begitu saja menyetujui puluhan miliar dolar lagi untuk perang pilihan yang membawa malapetaka ini,” tambahnya.
Namun, permintaan pendanaan tersebut memang memiliki pendukungnya. Perwakilan Tom Cole dari Oklahoma dan Perwakilan Ken Calvert dari California melihat dana militer tambahan sebagai investasi yang layak.
“Permintaan Presiden Trump mencerminkan kenyataan bahwa kekuatan pertahanan kita harus dipertahankan, bukan hanya ditunjukkan,” tulis mereka dalam pernyataan bersama.
Dari jumlah yang dialokasikan untuk Departemen Pertahanan, USD21 miliar dialokasikan untuk amunisi. USD17,3 miliar lainnya dialokasikan untuk biaya operasional, dan USD21,1 miliar untuk program rahasia.
Itu akan menjadi tambahan dari USD150 miliar yang disetujui Kongres untuk militer tahun lalu dalam paket pajak dan pengeluaran andalan Trump, One Big Beautiful Bill Act (OBBBA).
Namun, usulan pengeluaran tambahan pada hari Rabu juga mencakup dana dan langkah-langkah lain yang menurut para kritikus dapat membantu mendorong pengesahannya.
Paket tersebut akan mencakup bantuan pertanian sebesar USD11,1 miliar, di mana USD1,1 miliar di antaranya akan diberikan kepada petani Florida yang telah menderita kerugian akibat badai musim dingin. Dana sebesar USD1,4 miliar lainnya akan dialokasikan untuk upaya penanganan wabah Ebola di Afrika.
Sebagian dana juga dialokasikan untuk infrastruktur dan pekerjaan umum.
Berdasarkan proposal tersebut, USD1 miliar akan dialokasikan untuk perbaikan Stasiun Penn yang ikonik di New York, dan USD500 juta lainnya akan didedikasikan untuk restorasi dan pembangunan di Washington, DC, tempat Trump telah melakukan beberapa proyek, termasuk pembongkaran Sayap Timur Gedung Putih.
Namun, permintaan pendanaan tersebut memang memiliki pendukungnya. Perwakilan Tom Cole dari Oklahoma dan Perwakilan Ken Calvert dari California melihat dana militer tambahan sebagai investasi yang layak.
“Permintaan Presiden Trump mencerminkan kenyataan bahwa kekuatan pertahanan kita harus dipertahankan, bukan hanya ditunjukkan,” tulis mereka dalam pernyataan bersama.
Dari jumlah yang dialokasikan untuk Departemen Pertahanan, USD21 miliar dialokasikan untuk amunisi. USD17,3 miliar lainnya dialokasikan untuk biaya operasional, dan USD21,1 miliar untuk program rahasia.
Itu akan menjadi tambahan dari USD150 miliar yang disetujui Kongres untuk militer tahun lalu dalam paket pajak dan pengeluaran andalan Trump, One Big Beautiful Bill Act (OBBBA).
Namun, usulan pengeluaran tambahan pada hari Rabu juga mencakup dana dan langkah-langkah lain yang menurut para kritikus dapat membantu mendorong pengesahannya.
Paket tersebut akan mencakup bantuan pertanian sebesar USD11,1 miliar, di mana USD1,1 miliar di antaranya akan diberikan kepada petani Florida yang telah menderita kerugian akibat badai musim dingin. Dana sebesar USD1,4 miliar lainnya akan dialokasikan untuk upaya penanganan wabah Ebola di Afrika.
Sebagian dana juga dialokasikan untuk infrastruktur dan pekerjaan umum.
Berdasarkan proposal tersebut, USD1 miliar akan dialokasikan untuk perbaikan Stasiun Penn yang ikonik di New York, dan USD500 juta lainnya akan didedikasikan untuk restorasi dan pembangunan di Washington, DC, tempat Trump telah melakukan beberapa proyek, termasuk pembongkaran Sayap Timur Gedung Putih.
(ahm)
Lihat Juga :