Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:30 WIB
loading...
Iran akan Bangun Saluran...
Kapal melintasi Selat Hormuz. Foto/anadolu
A A A
TEHERAN - Iran telah setuju membangun ‘saluran komunikasi langsung’ dengan AS dan negara-negara lain untuk “mencegah dan menyelesaikan kesalahpahaman apa pun” yang melibatkan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Pernyataan itu diungkap Kepala Negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

Selat tersebut selanjutnya akan “dikelola di bawah pengaturan Iran” dan “tidak akan pernah kembali seperti sebelum perang,” kata Ghalibaf pada hari Senin, setelah kembali dari putaran pertama pembicaraan dengan AS di Swiss.

“Masalah dapat muncul di Selat Hormuz, jadi kami setuju untuk membangun pusat dan jalur komunikasi sehingga jika masalah terjadi, kita dapat menyelesaikannya lebih cepat dalam jangka waktu 30 hari,” ungkap Ghalibaf seperti dikutip kantor berita Mehr.

Jalur komunikasi tersebut tidak akan digunakan untuk mendapatkan izin Iran untuk melintasi jalur air tersebut, tambahnya, mengatakan prosedur perizinan akan tetap terpisah.

Sebaliknya, jalur tersebut akan berfungsi sebagai mekanisme untuk menyelesaikan masalah yang melibatkan kapal dan mengklarifikasi potensi insiden.

Galibaf menekankan Iran akan “menerapkan hukum internasional secara tepat” dan bergerak cepat untuk menyelesaikan setiap insiden atau kesalahpahaman yang melibatkan kapal yang melintasi jalur air tersebut.

“Tentu saja, seperti halnya masalah yang mungkin timbul di Lebanon atau tempat lain, masalah juga dapat timbul di Selat Hormuz,” ungkap Ghalibaf. “Seperti yang telah Anda lihat, pada beberapa malam bahkan terjadi bentrokan.”

Washington dan Teheran menyepakati peta jalan menuju kesepakatan akhir setelah pembicaraan yang dimediasi Qatar dan Pakistan di resor Swiss Buergenstock pada akhir pekan.

Meskipun tidak ada pernyataan bersama yang dirilis, para mediator mengatakan kedua pihak sepakat menempuh jalur 60 hari menuju kesepakatan akhir, negosiasi teknis lebih lanjut, dan pembentukan komite tingkat tinggi untuk mengawasi proses tersebut.

Teheran mengatakan pembicaraan tersebut sangat berfokus pada langkah-langkah ekonomi praktis, termasuk pelepasan aset Iran yang dibekukan senilai USD12 miliar dan pencabutan pembatasan pada pelabuhan dan pengiriman Iran.

Meskipun lalu lintas pengiriman melalui Selat Hormuz telah kembali normal, pemilik kapal tetap sangat tidak yakin tentang cara menavigasi jalur air tersebut, di tengah instruksi yang saling bertentangan dari Iran, AS, dan perusahaan asuransi Barat.

Iran telah memperingatkan kapal dapat menghadapi sanksi atau dipaksa untuk berbalik arah kecuali mereka memperoleh izin terlebih dahulu dari Teheran dan mengikuti rute yang ditentukan lebih dekat ke pantai Iran.

Sementara itu, AS dan beberapa perusahaan asuransi Barat telah menyarankan kapal untuk menggunakan rute di sepanjang sisi Oman dari jalur air tersebut di bawah perlindungan udara AS, menurut tiga eksekutif industri pelayaran.

Panduan yang saling bertentangan ini membuat pemilik kapal tidak yakin rute mana yang harus diambil, meskipun selat tersebut tetap terbuka untuk lalu lintas komersial.

Baca juga: Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Badan Intelijen AS Kehilangan...
Badan Intelijen AS Kehilangan Akses ke Alat AI Mythos 5, Apa Pemicunya?
FIFA vs Iran-Mesir,...
FIFA vs Iran-Mesir, Ribut Soal Simbol Pelangi
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
PBB: Israel Hancurkan...
PBB: Israel Hancurkan RS Anak di Gaza, Bikin Bayi Cacat Seumur Hidup
Rekomendasi
Soroti Kasus Penyekapan...
Soroti Kasus Penyekapan di Bandung, Veronica Tan Ingatkan Bahaya Hubungan Toxic
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Berita Terkini
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved