Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:06 WIB
loading...
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Keamanan Nasional Zionis Israel Itamar Ben-Gvir menyatakan penolakan terhadap perjanjian gencatan senjata apa pun di Lebanon. Foto/Marc Israel Sellem/The Jerusalem Post
A A A
TEL AVIV - Menteri Keamanan Nasional Zionis Israel Itamar Ben-Gvir menyatakan penolakan terhadap perjanjian gencatan senjata apa pun di Lebanon. Sedangkan tokoh oposisi Zionis, Avigdor Lieberman, menyebut kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan Iran sebagai bencana politik terbesar sejak berdirinya negara Israel.

“[Lebanon] seharusnya menjadi arena bermain Israel,” kata Ben-Gvir. “Israel tidak dapat menyetujui gencatan senjata di Lebanon,” katanya lagi kepada lembaga penyiaran publik Israel, KAN.

Baca Juga: Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang

Ben-Gvir mendesak Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu untuk menyampaikan penolakan Israel terhadap gencatan senjata apa pun di Lebanon kepada Presiden AS Donald Trump.

“Trump adalah teman sejati, dan kami harus memperlakukannya dengan sopan dan merangkulnya, tetapi kami perlu mengatakan kepadanya bahwa kami tidak dapat menyetujui gencatan senjata di Lebanon,” ujarnya.

“Kamilah yang membuat keputusan, dan ada hasil yang baik bagi tentara kami," imbuh dia.

Penolakannya muncul di tengah meningkatnya perselisihan di kalangan politik dan keamanan Israel mengenai nota kesepahaman antara AS dan Iran dan implikasinya terhadap pengakhiran perang di front Lebanon.

“Kesepakatan antara Iran dan AS adalah bencana politik terbesar sejak berdirinya negara [Israel],” kata Avigdor Lieberman, pemimpin partai Yisrael Beiteinu, di X.

“Kami harus bertindak sesuai dengan kepentingan Israel dan bukan sesuai dengan harga bahan bakar di bursa saham dunia,” ujarnya, merujuk pada apa yang dilihat para pakar sebagai salah satu motif di balik dorongan Trump untuk mengakhiri perang Iran.

Israel dan Lebanon dijadwalkan untuk mengadakan putaran kelima negosiasi langsung di Washington pada hari Selasa (23/6/2026). Pembicaraan ini menyusul empat putaran sebelumnya antara kedua pihak yang dimulai pada bulan April sebagai bagian dari jalur yang bertujuan untuk mengakhiri perang Israel di Lebanon.

Negosiasi yang dimediasi AS ini terjadi di tengah meningkatnya kritik di dalam Israel atas penanganan Washington terhadap pembicaraan dengan Iran dan Hizbullah.

Situs berita Israel, i24NEWS, mengutip para pejabat Israel, mengatakan Tel Aviv khawatir bahwa kesepakatan antara AS dan Iran dapat memperkuat Teheran dan sekutunya di kawasan tersebut.

Para pejabat tersebut mengeklaim bahwa pemerintahan Trump dan tim negosiasinya salah memahami ideologi yang mendorong Teheran dan Hizbullah.

“Trump tidak berbicara bahasa Syiah,” kata mereka, merujuk pada apa yang mereka klaim sebagai kegagalan untuk memahami sifat sistem Iran dan Hizbullah.

Pada hari Sabtu, i24NEWS mengutip pejabat senior Israel yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan: “Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah menginstruksikan para menteri untuk menghindari serangan pribadi terhadap Trump.”

Serangan Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 4.100 orang dan melukai lebih dari 12.000 lainnya sejak 2 Maret, menurut angka resmi Lebanon.

Israel terus menduduki wilayah di Lebanon selatan, beberapa di antaranya telah dikuasai selama beberapa dekade dan yang lainnya direbut selama perang 2023–2024.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.430 Orang Tewas dan Ribuan Hilang!
Israel Incar Pemimpin...
Israel Incar Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei, Siap Perang Lagi 
Rekomendasi
Setan Merah Comeback,...
Setan Merah Comeback, Laga Belgia vs Senegal Berlanjut ke Extra Time
Kasus Hanania Travel:...
Kasus Hanania Travel: 16 Influencer Diperiksa, Rp110 Juta Uang Saku Disita Polisi
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Berita Terkini
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved