Raja Bahrain: Kesepakatan dengan Israel Tak untuk Melawan Negara Lain

Selasa, 22 September 2020 - 04:04 WIB
loading...
Raja Bahrain: Kesepakatan...
Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa. Foto/REUTERS
A A A
DUBAI - Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa menyatakan langkah Bahrain membangun hubungan dengan Israel tidak diarahkan melawan entitas atau kekuatan lain tapi bertujuan membawa perdamaian komprehensif di Timur Tengah.

Raja menegaskan kembali dukungan Bahrain pada rakyat Palestina dan inisiatif damai Arab yang disusun pada 2002 yang menawarkan hubungan normalisasi Israel dengan imbalan kesepakatan berdirinya negara Palestina dan mundurnya Israel dari wilayah yang dikuasai pada perang Timur Tengah 1967.

Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) jadi negara Arab pertama dalam seperempat abad yang menormalisasi hubungan dengan Israel tapi tanpa resolusi konflik Israel dengan Palestina. Ketiganya menjalin aliansi melawan Iran.

Kesepakatan itu menyebut hubungan diplomatik penuh tapi menghindari istilah normalisasi. “Toleransi dan eksistensi bersama menentukan identitas rakyat Bahrain sesungguhnya. Langkah kami menuju perdamaian dan kesejahteraan tidak diarahkan melawan entitas atau kekuatan lain, namun itu kepentingan siapa saja dan bertujuan untuk tetangga yang baik,” ujar Raja Hamad, dikutip BNA.

Protes jalanan pecah di Bahrain sejak negara itu menandatangani kesepakatan dengan Israel awal bulan ini. (Baca Juga: Iran: Penerapan Kembali Sanksi PBB Hanya Ada di Imajinasi Pompeo)

Bahrain menjadi satu-satunya negara Teluk Arab yang mengalami unjuk rasa pro-demokrasi pada 2011. Aksi protes itu berhasil diredam dengan bantuan Arab Saudi dan UEA. (Baca Infografis: Mampukah S-400 Milik China Rontokkan Rudal-Rudal AS di Taiwan?)

Bahrain menuduh Iran mendukung gerakan protes itu. Tuduhan itu disangkal Iran. (Lihat Video: Keluarga Dikucilkan, Pasien Covid-19 di Mandailing Natal Curhat di Medsos)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
PBB: Israel Lanjutkan...
PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban
Rekomendasi
Atasi Kekeringan, Warga...
Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Berita Terkini
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved