Iran: Penerapan Kembali Sanksi PBB Hanya Ada di Imajinasi Pompeo

Senin, 21 September 2020 - 16:18 WIB
loading...
Iran: Penerapan Kembali...
Iran mengatakan, penerapan kembali seluruh sanksi PBB terhadap Iran hanya ada di kepala Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Iran mengatakan, penerapan kembali seluruh sanksi PBB terhadap Iran hanya ada di kepala Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo. Ini adalah respon atas pernyataan Pompeo bahwa seluruh sanksi PBB terhadap Iran telah kembali aktif.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh mengatakan bahwa komunitas internasional menolak rencana AS tersebut. Hal ini, jelasnya, membuat AS semakin terisolasi di komunitas internasional.

"AS berdiri di sisi sejarah yang salah dan pesan kami untuk itu adalah kembali ke komunitas internasional, pada komitmen Anda, hentikan pemberontakan dan dunia akan menerima Anda," ucapnya. ( Baca juga: Iran Dituding Memiliki Bom Nuklir Akhir Tahun Ini dan Berkomplot dengan Korut )

"Seluruh dunia mengatakan tidak ada yang berubah, sanksi hanya diberlakukan di dunia imajiner Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo," sambung Khatibzadeh, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (21/9/2020).

Seperi diketahui, akhir pekan lalu Pompeo mengumumkan pengenaan kembali sanksi PBB terhadap Iran yang dicabut sebagai bagian dari kesepakatan nuklir 2015 yang disepakati dengan kekuatan dunia dalam proses yang dikenal sebagai "snapback." Dia berharap bahwa sanksi ini mulai berlaku pada 20 September.

Namun, sehari sebelumnya Inggris, Prancis dan Jerman memberi tahu Dewan Keamanan PBB bahwa pembebasan Iran dari sanksi PBB berdasarkan kesepakatan nuklir 2015 akan berlanjut setelah 20 September. ( Baca juga: Alasan Mamah Muda dan Anak TikTok Tak Bisa Goyang, AS Digugat )
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Walkot New York Mamdani...
Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap
Rekomendasi
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved