Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Kamis, 18 Juni 2026 - 08:04 WIB
loading...
A
A
A
Ketegangan diplomatik ini terjadi ketika Israel menghadapi tuduhan internasional yang semakin meningkat tentang genosida atas kampanye militernya di Gaza. Perang dimulai setelah serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023 yang diklaim Zionis menewaskan sekitar 1.200 orang.
Respons Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina, menurut otoritas kesehatan Gaza, dengan perempuan dan anak-anak menyumbang sekitar setengah dari korban jiwa.
Sebagian besar Gaza telah hancur lebur, hampir semua orang yang tinggal di sana telah mengungsi, dan lembaga-lembaga bantuan telah berulang kali menuduh Israel menggunakan kelaparan, kekurangan air, dan krisis medis sebagai senjata melawan warga sipil. Israel membantah menargetkan penduduk setempat dan mengatakan kampanyenya ditujukan kepada Hamas.
Mahkamah Internasional juga telah mendengarkan kasus genosida terhadap Israel, sementara semakin banyak pemerintah, pakar PBB, dan kelompok hak asasi manusia menuduh Israel menjalankan kebijakan yang bertujuan untuk membuat kehidupan Palestina di Gaza menjadi mustahil.
Israel telah berulang kali menolak tuduhan tersebut sebagai anti-Semit atau sebagai serangan politik terhadap haknya untuk membela diri.
Respons Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina, menurut otoritas kesehatan Gaza, dengan perempuan dan anak-anak menyumbang sekitar setengah dari korban jiwa.
Sebagian besar Gaza telah hancur lebur, hampir semua orang yang tinggal di sana telah mengungsi, dan lembaga-lembaga bantuan telah berulang kali menuduh Israel menggunakan kelaparan, kekurangan air, dan krisis medis sebagai senjata melawan warga sipil. Israel membantah menargetkan penduduk setempat dan mengatakan kampanyenya ditujukan kepada Hamas.
Mahkamah Internasional juga telah mendengarkan kasus genosida terhadap Israel, sementara semakin banyak pemerintah, pakar PBB, dan kelompok hak asasi manusia menuduh Israel menjalankan kebijakan yang bertujuan untuk membuat kehidupan Palestina di Gaza menjadi mustahil.
Israel telah berulang kali menolak tuduhan tersebut sebagai anti-Semit atau sebagai serangan politik terhadap haknya untuk membela diri.
(mas)
Lihat Juga :