Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:57 WIB
loading...
A A A
Seorang sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa Teheran awalnya meminta USD400 miliar sebagai kompensasi atas kerusakan perang dari AS, tetapi Washington mengatakan tidak akan memberikannya.

Kemudian muncul ide untuk dana tersebut, yang akan diberi nama Dana Rekonstruksi dan Pembangunan.

Mekanisme tersebut mencakup berbagai cara kontribusi, kata sumber Iran tersebut. Ini termasuk pengamanan pinjaman, pembentukan jalur kredit, atau pembiayaan langsung untuk rekonstruksi lokasi yang rusak akibat perang, termasuk fasilitas seperti kompleks baja Mobarakeh, kilang minyak, bandara, dan, secara lebih luas, infrastruktur yang terkena dampak konflik.

Iran, salah satu ekonomi terbesar di Timur Tengah, hampir tidak menarik investasi asing langsung yang signifikan dalam empat dekade terakhir, terpinggirkan dari pasar modal global oleh gelombang sanksi AS dan internasional yang berturut-turut.

Negara ini memiliki cadangan gas alam terbukti terbesar kedua di dunia dan cadangan minyak terbukti terbesar keempat.

Negara ini juga memiliki populasi muda dan terdidik lebih dari 92 juta orang, basis industri yang beragam, dan potensi yang belum dimanfaatkan secara signifikan di berbagai sektor mulai dari petrokimia dan pertambangan hingga pariwisata dan pertanian.

Sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut mengatakan bahwa dana investasi ini sepenuhnya terpisah dari jalur negosiasi paralel terkait pencabutan sanksi AS dan pelepasan aset negara Iran yang dibekukan di luar negeri, dan menggambarkan keduanya sebagai mekanisme keuangan yang berbeda dengan tujuan dan jangka waktu yang berbeda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
6 Calon Sekjen PBB Debat,...
6 Calon Sekjen PBB Debat, Paparkan Atasi Konflik Global di Masa Depan
Rekomendasi
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps.22: Momen Romantis Elio yang Berniat Melamar Arumi Berubah Menjadi Mimpi Buruk
Harga Pangan Naik saat...
Harga Pangan Naik saat Sekolah Dimulai dan MBG Bergulir Lagi, Ekonom: Sinyal Positif bagi Ekonomi Rakyat
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Berita Terkini
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved