Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:38 WIB
loading...
Wapres AS Sebut Iran...
Presiden AS Donald Trump ragu Iran akan mendapatkan dana rekonstruksi USD300 miliar atau lebih dari Rp5.312 triliun seperti dalam MoU. Foto/NDTV
A A A
WASHINGTON - Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) J.D. Vance pada hari Senin mengatakan Iran bisa mengakses dana rekonstruksi sebesar USD300 miliar (lebih dari Rp5.312 triliun) berdasarkan kesepakatan damai dengan AS jika Teheran memenuhi kewajibannya yang diuraikan dalam kesepakatan tersebut. Dana itu akan berasal dari negara-negara Teluk.

Dalam wawancara dengan Ed O’Keefe dari CBS News, Vance berkata, “Nah, Ed, itu adalah hal yang bisa mereka akses, didanai oleh Koalisi Pantai Teluk, selama mereka menghormati bagian kewajiban mereka.”

Baca Juga: AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel

“Saya pikir salah satu hal yang akan Anda lihat, Ed—dan orang-orang harus skeptis terhadap hal ini—adalah bahwa kelompok garis keras dalam sistem Iran akan terlalu menekankan manfaat yang diperoleh Iran, sementara meremehkan semua hal yang harus mereka konsesikan, dan semua hal yang harus mereka berikan, untuk mendapatkan manfaat tersebut,” ujar Vance.

Syarat-syarat kesepakatan damai belum dirilis, tetapi detail tentang memorandum tersebut akan dikeluarkan pada hari Selasa atau Rabu, menurut pejabat senior AS.

Pemerintahan Presiden Donald Trump juga mengatakan akan menerbitkan teks lengkap kesepakatan tersebut pada hari Jumat, dengan menyoroti konsesi yang dibuat oleh mitra-mitranya di luar negeri.

Vance mengatakan bahwa Iran setuju untuk menyerahkan persediaan uranium yang diperkaya, mengizinkan inspeksi rutin fasilitasnya, dan tidak mengejar pembuatan atau pembelian senjata nuklir.

Sementara itu, Presiden Donald Trump ragu Iran akan mendapatkan dana rekonstruksi USD300 miliar. Sebaliknya, lanjut dia, Iran telah setuju untuk tidak akan pernah memperoleh senjata nuklir.

"Iran telah setuju untuk tidak pernah memiliki senjata nuklir! Selain itu, cerita bahwa AS membayar Iran 300 juta dolar adalah berita palsu, yang disebarkan oleh kaum Demokrat," tulis Trump dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya, Selasa (16/6/2026).

Rincian yang tersedia mengenai nota kesepahaman (MoU) yang dicapai antara Washington dan Teheran menunjukkan bahwa hal itu mencakup kemungkinan pencairan dana beku Iran, keringanan sanksi, dan dana USD300 miliar untuk membantu membangun kembali Iran jika Teheran memenuhi kriteria tertentu.

Mantan Presiden AS Barack Obama, yang mencapai kesepakatan nuklir dengan Iran pada tahun 2015 yang kemudian dibatalkan oleh Presiden Trump, mengatakan bahwa dia ragu bahwa kesepakatan baru tersebut secara signifikan berbeda dari ketentuan sebelumnya yang disetujui Teheran.

Senator Lindsey Graham menyampaikan kekhawatiran tentang kesepakatan tersebut. "Pandangan Iran tentang perjanjian tersebut tampaknya berbeda dari apa yang diklaim oleh tim negosiasi Amerika," katanya.

Para pejabat AS mengatakan Iran setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz secara permanen tanpa biaya tol, sementara Teheran mengatakan perjanjian tersebut adalah untuk memungkinkan jalur bebas selama 60 hari ke depan selama periode negosiasi lain yang dipimpin oleh Vance.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Trump: Kemampuan Militer...
Trump: Kemampuan Militer Iran Jauh Melemah
Rekomendasi
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Road to Kilau Raya Hadir...
Road to Kilau Raya Hadir di Kota Mojokerto, Siapkan Pesta Rakyat Penuh Kemeriahan
Berita Terkini
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved