Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Senin, 15 Juni 2026 - 20:20 WIB
loading...
A
A
A
Katedral Dormisi adalah bagian dari Kyiv-Pechersk Lavra, sebuah kompleks bangunan biara yang dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Sebuah lubang besar terlihat di salah satu sisi gereja, dengan api terlihat dari atap yang sebagian hancur.
Zelensky mengatakan Rusia meluncurkan 70 rudal dan 611 drone dalam serangan semalam, dan api telah dipadamkan.
Presiden Prancis Emmanuel Macron bergabung dengan pemimpin Ukraina dalam mengutuk serangan tersebut.
"Tidak ada yang membenarkan serangan ini terhadap warisan universal kita," katanya di X.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyebut serangan terhadap katedral dan warga sipil Ukraina sebagai "kejahatan perang".
Serangan tersebut terjadi menjelang pertemuan G7 para pemimpin dunia minggu ini di Prancis, di mana perang di Ukraina menjadi agenda pembahasan.
Zelensky mengatakan tanggapan pertemuan tersebut harus "tegas dan bermakna: lebih banyak tekanan pada agresor, lebih banyak bantuan kepada Ukraina dengan pertahanan udara, terutama dengan rudal anti-balistik".
Pemimpin Ukraina sebelumnya mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan Presiden AS Donald Trump tentang upaya untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lama.
Sebuah lubang besar terlihat di salah satu sisi gereja, dengan api terlihat dari atap yang sebagian hancur.
Zelensky mengatakan Rusia meluncurkan 70 rudal dan 611 drone dalam serangan semalam, dan api telah dipadamkan.
Presiden Prancis Emmanuel Macron bergabung dengan pemimpin Ukraina dalam mengutuk serangan tersebut.
"Tidak ada yang membenarkan serangan ini terhadap warisan universal kita," katanya di X.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyebut serangan terhadap katedral dan warga sipil Ukraina sebagai "kejahatan perang".
Serangan tersebut terjadi menjelang pertemuan G7 para pemimpin dunia minggu ini di Prancis, di mana perang di Ukraina menjadi agenda pembahasan.
Zelensky mengatakan tanggapan pertemuan tersebut harus "tegas dan bermakna: lebih banyak tekanan pada agresor, lebih banyak bantuan kepada Ukraina dengan pertahanan udara, terutama dengan rudal anti-balistik".
Pemimpin Ukraina sebelumnya mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan Presiden AS Donald Trump tentang upaya untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lama.
Lihat Juga :