Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'

Senin, 15 Juni 2026 - 13:17 WIB
loading...
Trump Marahi Netanyahu:...
Presiden AS Donald Trump akui marahi PM Israel Benjamin Netanyahu karena serangan Israel di Lebanon kacaukan upaya AS dan Iran mencapai kesepakatan damai. Foto/White House
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku marah pada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu karena mengacaukan upaya pencapaian kesepakatan damai Amerika dan Iran.

Trump marah karena Israel menyerang distrik Dahieh, Beirut, Lebanon ketika Washington dan Teheran hendak meneken kesepakatan.

Bacaa Juga: Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'

“Mengapa Bibi harus melakukan serangan sialan itu?” kata Trump, menceritakan kekesalannya pada Netanyahu dalam panggilan telepon dengan Axios.

“Saya sangat marah. Saya memberi tahu dia. Dia tidak punya penilaian sama sekali. Saya memberi tahu dia itu," ujar Trump.

Trump juga mengatakan kepada Axios dan Fox News bahwa dia masih mengharapkan Nota Kesepahaman (MoU) ditandatangani dengan Iran pada hari Minggu. Namun, pada akhirnya, MoU itu akan diteken pada Jumat (19/6/2026) di Jenewa, Swiss.

Trump mengatakan kepada Axios bahwa kesepakatan itu seharusnya sudah ditandatangani hari Minggu jika bukan karena serangan Israel terhadap Lebanon.

“Itu mengacaukannya,” katanya. “Itu menunda penandatanganan beberapa jam. Seharusnya sekarang. Sekarang dijadwalkan beberapa jam lagi," ujarnya.

“Ini sangat buruk,” lanjut Trump. “Saya tak percaya. Satu jam sebelum kita seharusnya menandatangani perjanjian itu," imbuh dia.

Dalam wawancara dengan The New York Times, Senin (15/6/2026), Trump mengkritik keras Netanyahu. Trump mengatakan pemimpin Zionis Israel itu seharusnya sangat berterima kasih atas kesepakatan yang dicapai AS dengan Iran dan mengklaim pemerintahannya telah menyelamatkan Israel dari kehancuran nuklir.

"Dia orang yang sangat sulit," kata Trump tentang Netanyahu. "Dan jujur saja, dia seharusnya sangat berterima kasih kepada kami karena telah melakukan ini. Karena jika Iran memiliki senjata nuklir, Israel tidak akan bertahan selama dua jam."

Dalam wawancara tersebut, Trump mengatakan kesepakatan dengan Iran akan membuat Selat Hormuz “bebas tol secara permanen", meskipun teks kesepakatan belum dipublikasikan.

Surat kabar AS itu melaporkan bahwa MoU tersebut hanya menangguhkan "pungutan tol" Selat Hormuz selama 60 hari.

Trump memperingatkan bahwa jika Iran gagal mencapai kesepakatan nuklir final, dia dapat memulai kembali serangan militer terhadap Teheran atau menjadikan Amerika Serikat sebagai "penjaga Timur Tengah" dengan imbalan 20% dari pendapatan regional.

Israel mengatakan bahwa mereka bukan pihak dalam kesepakatan AS-Iran, dan para pejabat di Tel Aviv khawatir hal itu dapat membatasi kebebasan bertindak militer Israel (IDF) melawan Hizbullah di Lebanon.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Beasiswa Program Doktor...
Beasiswa Program Doktor untuk Dosen 2026 Dibuka, Tanggung Biaya Kuliah hingga Riset
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Hasil Turki vs Paraguay...
Hasil Turki vs Paraguay 0-1: Gol 65 Detik Galarza Kubur Mimpi Ay-Yildizlilar ke 32 Besar
Berita Terkini
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved