Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Senin, 15 Juni 2026 - 10:52 WIB
loading...
Model erotis Ukraina dengan nama samaran Freya diduga pimpin misi peledakan pipa gas Nord Stream Rusia di bawah Laut Baltik. Foto/Ilustrasi AI/NDTV
A
A
A
KYIV - Seorang perempuan Ukraina yang pernah bekerja sebagai model erotis kini menjadi pusat misteri sabotase jaringan pipa Nord Stream di bawah Laut Baltik pada 2022. Jaringan pipa itu menyalurkan gas Rusia ke Uni Eropa.
Mengutip laporan The Times, Senin (15/6/2026), perempuan miterius itu—yang hanya diidentifikasi dengan nama samaran "Freya"—beralih profesi dari model di Kyiv menjadi penyelam yang ambil bagian dalam misi laut dalam berbahaya yang diduga menargetkan pipa gas Rusia senilai miliaran dolar di bawah Laut Baltik.
Baca Juga: Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Lahir di Kyiv pada tahun 1980-an, Freya digambarkan sebagai perempuan yang gelisah, energik, dan sangat cantik. Dibesarkan terutama oleh ibunya, dia kemudian sesekali bekerja sebagai model dan pernah muncul di sampul majalah erotis.
Dia menemukan olahraga menyelam di usia awal dua puluhan dan langsung jatuh cinta padanya. Apa yang dimulai sebagai hobi segera berubah menjadi gairah.
Segera setelah menekuni hobi menyelam, dia berhenti dari pekerjaannya dan, hanya tiga tahun setelah penyelaman pertamanya, dia menjadi penyelam teknis yang sangat terlatih, mencapai kedalaman di luar kemampuan sebagian besar penyelam rekreasi.
Menurut laporan The Times, aneksasi Crimea oleh Rusia pada tahun 2014 dan perang berikutnya di Ukraina timur mengubah pandangannya. Setelah invasi skala penuh Moskow pada tahun 2022, Freya dilaporkan beralih ke pekerjaan kemanusiaan dan penggalangan dana untuk pasukan Ukraina, karena keahlian menyelamnya di laut dalam tidak lagi dibutuhkan.
Kemudian terungkap bahwa keahlian khususnya tetap dibutuhkan. Laporan tersebut mengeklaim bahwa, karena tidak dapat menemukan keahlian yang mereka butuhkan di dalam militer, agen Ukraina mulai merekrut spesialis penyelam sipil untuk misi rahasia yang menargetkan jalur pipa gas Nord Stream Rusia senilai USD20 miliar, jalur utama untuk ekspor gas ke Uni Eropa. Saat itulah Freya muncul, dia diduga termasuk di antara mereka yang terpilih setelah proses seleksi yang panjang.
Yang membedakan Freya dari yang lain selama proses seleksi adalah kurangnya rasa takut yang tampak, menurut laporan The Times.
"Biarkan saya pergi sendiri, saya akan menyelesaikannya dengan cepat," kata Freya kepada rekan-rekannya selama salah satu fase operasi pada September 2022, ketika cuaca buruk di Laut Baltik memaksa tim untuk mempertimbangkan kembali rencana penyelaman hingga hampir 80 meter di bawah permukaan. Saat yang lain ragu-ragu, dia menawarkan diri untuk turun sendirian.
Setelah berbulan-bulan persiapan, misi akhirnya dilanjutkan. Para penyelam turun ke kedalaman dan diduga menempatkan bahan peledak di beberapa bagian pipa Nord Stream. Beberapa minggu kemudian, serangkaian ledakan bawah laut melumpuhkan jaringan pipa tersebut, memicu penyelidikan internasional.
Selama salah satu penyelidikan ini, penyelidik Jerman menemukan jejak DNA, sidik jari, dan residu bahan peledak dari sebuah kapal pesiar yang diduga digunakan dalam operasi tersebut, menurut laporan The Times.
Di antara bukti tersebut terdapat sehelai rambut yang dilaporkan terkait dengan Freya. Para penyelam membantah keterlibatannya dalam sabotase tersebut.
Saat ini, menurut laporan tersebut, Freya bekerja sebagai instruktur di sebuah unit keamanan Ukraina.
Kisah hidupnya telah menjadi salah satu narasi pribadi paling luar biasa yang muncul dari misteri sabotase pipa Nord Stream yang masih belum terpecahkan.
Mengutip laporan The Times, Senin (15/6/2026), perempuan miterius itu—yang hanya diidentifikasi dengan nama samaran "Freya"—beralih profesi dari model di Kyiv menjadi penyelam yang ambil bagian dalam misi laut dalam berbahaya yang diduga menargetkan pipa gas Rusia senilai miliaran dolar di bawah Laut Baltik.
Baca Juga: Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Lahir di Kyiv pada tahun 1980-an, Freya digambarkan sebagai perempuan yang gelisah, energik, dan sangat cantik. Dibesarkan terutama oleh ibunya, dia kemudian sesekali bekerja sebagai model dan pernah muncul di sampul majalah erotis.
Dia menemukan olahraga menyelam di usia awal dua puluhan dan langsung jatuh cinta padanya. Apa yang dimulai sebagai hobi segera berubah menjadi gairah.
Segera setelah menekuni hobi menyelam, dia berhenti dari pekerjaannya dan, hanya tiga tahun setelah penyelaman pertamanya, dia menjadi penyelam teknis yang sangat terlatih, mencapai kedalaman di luar kemampuan sebagian besar penyelam rekreasi.
Menurut laporan The Times, aneksasi Crimea oleh Rusia pada tahun 2014 dan perang berikutnya di Ukraina timur mengubah pandangannya. Setelah invasi skala penuh Moskow pada tahun 2022, Freya dilaporkan beralih ke pekerjaan kemanusiaan dan penggalangan dana untuk pasukan Ukraina, karena keahlian menyelamnya di laut dalam tidak lagi dibutuhkan.
Kemudian terungkap bahwa keahlian khususnya tetap dibutuhkan. Laporan tersebut mengeklaim bahwa, karena tidak dapat menemukan keahlian yang mereka butuhkan di dalam militer, agen Ukraina mulai merekrut spesialis penyelam sipil untuk misi rahasia yang menargetkan jalur pipa gas Nord Stream Rusia senilai USD20 miliar, jalur utama untuk ekspor gas ke Uni Eropa. Saat itulah Freya muncul, dia diduga termasuk di antara mereka yang terpilih setelah proses seleksi yang panjang.
Yang membedakan Freya dari yang lain selama proses seleksi adalah kurangnya rasa takut yang tampak, menurut laporan The Times.
"Biarkan saya pergi sendiri, saya akan menyelesaikannya dengan cepat," kata Freya kepada rekan-rekannya selama salah satu fase operasi pada September 2022, ketika cuaca buruk di Laut Baltik memaksa tim untuk mempertimbangkan kembali rencana penyelaman hingga hampir 80 meter di bawah permukaan. Saat yang lain ragu-ragu, dia menawarkan diri untuk turun sendirian.
Setelah berbulan-bulan persiapan, misi akhirnya dilanjutkan. Para penyelam turun ke kedalaman dan diduga menempatkan bahan peledak di beberapa bagian pipa Nord Stream. Beberapa minggu kemudian, serangkaian ledakan bawah laut melumpuhkan jaringan pipa tersebut, memicu penyelidikan internasional.
Selama salah satu penyelidikan ini, penyelidik Jerman menemukan jejak DNA, sidik jari, dan residu bahan peledak dari sebuah kapal pesiar yang diduga digunakan dalam operasi tersebut, menurut laporan The Times.
Di antara bukti tersebut terdapat sehelai rambut yang dilaporkan terkait dengan Freya. Para penyelam membantah keterlibatannya dalam sabotase tersebut.
Saat ini, menurut laporan tersebut, Freya bekerja sebagai instruktur di sebuah unit keamanan Ukraina.
Kisah hidupnya telah menjadi salah satu narasi pribadi paling luar biasa yang muncul dari misteri sabotase pipa Nord Stream yang masih belum terpecahkan.
(mas)
Lihat Juga :