Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Senin, 15 Juni 2026 - 09:52 WIB
loading...
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran menyatakan Amerika Serikat dan Zionis Israel tak punya pilihan selain kalah dan menyerah. Foto/Tasnim News Agency
A
A
A
TEHERAN - Komando militer Iran, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, mengatakan bangsa Iran telah mampu memaksakan kehendaknya pada musuh-musuh yang pengecut. Pernyataan ini muncul ketika Teheran mengonfirmasi finalisasi nota kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Senin (15/6/2026) pagi, markas tersebut memuji rakyat Republik Islam Iran yang tangguh atas kemenangan gemilang mereka.
Baca Juga: AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Mereka juga memuji semua pihak yang bertugas di angkatan bersenjata, serta front perlawanan, atas tekad yang tak tergoyahkan mereka selama lebih dari 100 hari perang.
"Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa dan di bawah komando Pemimpin Revolusi Islam, rakyat Iran dan para pejuangnya telah membuktikan bahwa musuh-musuh Amerika dan Zionis [Israel] yang hina tidak punya pilihan selain menerima kekalahan dan menyerah," bunyi pernyataan tersebut, yang dilansir Tasnim News Agency.
Komando militer tertinggi tersebut lebih lanjut menekankan, "Kemauan ilahi dan sekuat baja bangsa Iran kini berdiri sebagai penghalang yang tak tergoyahkan terhadap segala bentuk agresi", menunjukkan bahwa jalan perlawanan tetap menjadi satu-satunya jalan menuju kemenangan.
Rincian dari MoU AS dan Iran tersebut belum segera tersedia. Pakistan, sebagai mediator utama, mengatakan penandatanganan kesepakatan akan dilakukan pada hari Jumat mendatang di Swiss. Isu-isu penting seperti program nuklir Iran diharapkan akan dibahas kemudian.
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa kesepakatan damai dengan Iran telah tercapai. Dia mengatakan telah memerintahkan pemcabutan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz, yang diberlakukan sebagai pembalasan atas cengkeraman Iran pada jalur perairan penting tersebut.
"Selamat kepada semua!" tulis Trump di Truth Social. "Dengan ini saya sepenuhnya mengotorisasi pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, memerintahkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat," lanjut Trump.
AS sebelumnya mengatakan akan melonggarkan blokade pelabuhan Iran seiring dibukanya kembali selat tersebut, dan akan setuju untuk melonggarkan sanksi agar Iran dapat menjual lebih banyak minyaknya dan memperkuat ekonominya yang terpuruk.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan, "Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon.”
Sharif menambahkan bahwa kesepakatan tersebut akan ditandatangani secara resmi pada hari Jumat di Swiss.
AS dan Iran sebelumnya mengatakan bahwa MoU sebagian besar telah diselesaikan. Menurut Teheran, dokumen tersebut akan fokus pada pengakhiran perang dan pembukaan kembali Selat Hormuz, sementara program nuklir Iran akan dibahas dalam negosiasi terpisah dalam waktu 60 hari setelah penandatanganannya.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi kesepakatan tersebut di televisi pemerintah, tetapi mengatakan Iran tidak akan mulai menerapkannya sampai ditandatangani pada hari Jumat.
Dia mengatakan kesepakatan itu menyusul lebih dari 14 jam pembicaraan di Teheran dengan perwakilan dari Qatar, mediator lainnya.
Televisi pemerintah Iran menayangkan spanduk yang menyatakan: "AS dipaksa untuk menandatangani perjanjian untuk mengakhiri perang."
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Senin (15/6/2026) pagi, markas tersebut memuji rakyat Republik Islam Iran yang tangguh atas kemenangan gemilang mereka.
Baca Juga: AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Mereka juga memuji semua pihak yang bertugas di angkatan bersenjata, serta front perlawanan, atas tekad yang tak tergoyahkan mereka selama lebih dari 100 hari perang.
"Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa dan di bawah komando Pemimpin Revolusi Islam, rakyat Iran dan para pejuangnya telah membuktikan bahwa musuh-musuh Amerika dan Zionis [Israel] yang hina tidak punya pilihan selain menerima kekalahan dan menyerah," bunyi pernyataan tersebut, yang dilansir Tasnim News Agency.
Komando militer tertinggi tersebut lebih lanjut menekankan, "Kemauan ilahi dan sekuat baja bangsa Iran kini berdiri sebagai penghalang yang tak tergoyahkan terhadap segala bentuk agresi", menunjukkan bahwa jalan perlawanan tetap menjadi satu-satunya jalan menuju kemenangan.
Rincian dari MoU AS dan Iran tersebut belum segera tersedia. Pakistan, sebagai mediator utama, mengatakan penandatanganan kesepakatan akan dilakukan pada hari Jumat mendatang di Swiss. Isu-isu penting seperti program nuklir Iran diharapkan akan dibahas kemudian.
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa kesepakatan damai dengan Iran telah tercapai. Dia mengatakan telah memerintahkan pemcabutan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz, yang diberlakukan sebagai pembalasan atas cengkeraman Iran pada jalur perairan penting tersebut.
"Selamat kepada semua!" tulis Trump di Truth Social. "Dengan ini saya sepenuhnya mengotorisasi pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol, dan, secara bersamaan, memerintahkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat," lanjut Trump.
AS sebelumnya mengatakan akan melonggarkan blokade pelabuhan Iran seiring dibukanya kembali selat tersebut, dan akan setuju untuk melonggarkan sanksi agar Iran dapat menjual lebih banyak minyaknya dan memperkuat ekonominya yang terpuruk.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan, "Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon.”
Sharif menambahkan bahwa kesepakatan tersebut akan ditandatangani secara resmi pada hari Jumat di Swiss.
AS dan Iran sebelumnya mengatakan bahwa MoU sebagian besar telah diselesaikan. Menurut Teheran, dokumen tersebut akan fokus pada pengakhiran perang dan pembukaan kembali Selat Hormuz, sementara program nuklir Iran akan dibahas dalam negosiasi terpisah dalam waktu 60 hari setelah penandatanganannya.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi kesepakatan tersebut di televisi pemerintah, tetapi mengatakan Iran tidak akan mulai menerapkannya sampai ditandatangani pada hari Jumat.
Dia mengatakan kesepakatan itu menyusul lebih dari 14 jam pembicaraan di Teheran dengan perwakilan dari Qatar, mediator lainnya.
Televisi pemerintah Iran menayangkan spanduk yang menyatakan: "AS dipaksa untuk menandatangani perjanjian untuk mengakhiri perang."
(mas)
Lihat Juga :