Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radioaktif

Minggu, 14 Juni 2026 - 20:29 WIB
loading...
Militerisasi Jepang...
Jepang jual fregat siluman Mogami ke Australia, sebagai bagian dari upaya pemasaran senjata Jepang. Foto/JMSDF
A A A
JAKARTA - Jepang dalam 80 tahun terakhir menjadi negeri antiperang (pasifis) setelah kalah dalam Perang Dunia II. Namun kini Jepang memilih menjadi negara militeristik.

Laporan The Japan Times, 21 April 2026 menyebutkan bahwa Diet (Parlemen) Jepang mengubah Konstitusi Anti-Perang dengan mengizinkan ekspor senjata.

Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi aktif dalam upaya memasarkan senjata ke negara tetangga sekaligus membentuk kerja sama mengadang kemajuan ekonomi China di kawasan. Takaichi menyebut isu Taiwan sebagai bagian kepentingan keamanan Jepang.

Baca Juga: China Blakblakan Targetkan Sekutu Utama AS di Asia, Begini Caranya

Takaichi menjual kapal perang ke Australia yakni fregat siluman (stealth) Mogami, menghibahkan armada kapal perusak (destroyer) Kelas Abukuma ke Filipina, dan merencanakan hal serupa yakni hibah kapal perusak kelas Asagiri ke Indonesia.

Dalam pertemuan di Tokyo pada 5 Juni 2026, Menteri Pertahanan (Menhan) Jepang Shinjiro Koizumi dan Menhan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin secara khusus membahas hibah kapal perang dan berbagai senjata dari Jepang.

Masalahnya, sebagian besar komponen industri senjata yang berasal dari unsur logam tanah jarang kadar berat, yang pasokan kebutuhan dunianya dikendalikan oleh China. Jepang, tidak kehilangan akal, sejak tahun 2011, negara ini menanam modal di Perusahaan Lynas, Australia, yang memproduksi logam tanah jarang kadar berat untuk spesifikasi senjata.

Laporan dari jogmec.go.jp pada 30 Maret 2011 menyebutkan bahwa Sojitz dan JOGMEC (Japan Oil, Gas, and Metals National Corporation) sepakat menanamkan modal di Lynas untuk memasok logam tanah jarang Jepang. Korporasi Sojitz dan JOGMEC menanam modal USD250 juta dan mendapat alokasi minimum 8.500 ton logam tanah jarang dari Lynas. Jumlah tersebut setara 30 persen seluruh kebutuhan Jepang. Mitsubishi melalui Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) juga mengakuisis saham di Lynas tahun 2011, sebagaimana dilaporkan The Australian.

MUFG terhubung dengan Mitsubishi Heavy Industries (MHI) yang membuat kapal perang modern seperti fregat Kelas Mogami. The Australian pada 26 Februari 2026 melaporkan bahwa MHI membangun tiga fregat di Jepang dan tiga unit di Australia yang akan diserahkan ke pembeli; Angkatan Laut Australia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Topan Bavi Terjang China,...
Topan Bavi Terjang China, Paksa Hampir 2 Juta Orang Mengungsi
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Bertambah Jadi 4.118 Orang, 16.740 Terluka
Ngamuk! Iran Gempur...
Ngamuk! Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Bahrain dan Yordania, Hancurkan Fasilitas Radar
Rekomendasi
Polisi Tetapkan Pengirim...
Polisi Tetapkan Pengirim Teror Bom SDN Srengseng Sawah sebagai Tersangka
Microdrama China Time...
Microdrama China Time Traveling Terbaru di V+Short, Prince's Rules Broken?! Wajib Masuk Watchlist
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
Berita Terkini
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved