Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:15 WIB
loading...
A A A
Kementerian Keamanan Negara China juga mengatakan telah menemukan pelampung yang ditempatkan oleh lembaga penelitian kelautan luar negeri yang dilengkapi dengan paket sensor meteorologi yang memungkinkan mereka untuk melacak tanda akustik kapal selam China secara real-time.

Kementerian tersebut turut menyebutkan jenis baru "kendaraan luncur gelombang" yang ditenagai oleh gerakan gelombang dan energi matahari, yang menurutnya ditempatkan oleh aktor asing untuk mengirimkan data lingkungan maritim terkait militer dan informasi tentang aktivitas kapal.

China secara teratur mengeklaim adanya upaya spionase yang terjadi di perairan terdekat termasuk Laut China Selatan, Laut China Timur, dan Selat Taiwan, yang merupakan beberapa perairan paling sensitif secara militer dan paling diperebutkan di dunia. Pada tahun 2024, China mengatakan telah mengidentifikasi "mercusuar" yang tersembunyi di dasar laut yang dapat memandu transit kapal selam asing, dan "mempersiapkan medan pertempuran".

Menurut laporan media China, pemerintah menawarkan imbalan finansial kepada nelayan mulai dari 50.000 hingga 500.000 yuan untuk mengungkap perangkat mata-mata di perairannya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
Jet Tempur F-16 AS Tembak...
Jet Tempur F-16 AS Tembak Benda Dikira UFO Pakai Rudal Rp9 Miliar, Ternyata Balon Pramuka
Rekomendasi
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Ribuan Dokter Muda Terancam...
Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Praktik, Pakar UGM Minta Pemerintah Bertindak
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Berita Terkini
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved