Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Minggu, 14 Juni 2026 - 10:24 WIB
loading...
A
A
A
Pesawat Rusia yang mengganggu wilayah udara NATO telah menjadi hal biasa dalam beberapa tahun terakhir. Kanada dan AS mengerahkan jet tempur pada bulan Maret untuk mencegat dua pesawat militer Rusia yang terbang terlalu dekat dengan wilayah udara Alaska.
Setelah bergabung dengan NATO pada tahun 2024, Swedia telah menjadi target utama provokasi Kremlin dengan serangkaian insiden militer, termasuk drone tanpa izin memasuki wilayah udaranya dan kapal selam Rusia yang ditemui di dekat perbatasan maritimnya. Militer Moskow telah berfokus pada Laut Baltik sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.
Pada hari yang sama dengan insiden tersebut, pemerintah Swedia memperingatkan dalam sebuah laporan pertahanan bahwa mereka melihat risiko bahwa konfrontasi antara Rusia dan Eropa akan semakin memburuk.
Laporan itu menyebut Rusia sebagai ancaman jangka panjang dan mengklaim bahwa Moskow dapat berupaya untuk menguji kohesi NATO dan kredibilitas Pasal 5 jika melihat kondisi politik yang menguntungkan. Laporan itu tidak menjelaskan secara rinci kondisi apa yang dimaksud.
Dokumen tersebut juga mengeklaim bahwa Moskow dapat terlibat dalam permusuhan. "Bahkan jika keseimbangan kekuatan militer tidak memenuhi persyaratan tradisional untuk serangan," bunyi laporan itu.
Setelah bergabung dengan NATO pada tahun 2024, Swedia telah menjadi target utama provokasi Kremlin dengan serangkaian insiden militer, termasuk drone tanpa izin memasuki wilayah udaranya dan kapal selam Rusia yang ditemui di dekat perbatasan maritimnya. Militer Moskow telah berfokus pada Laut Baltik sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.
Pada hari yang sama dengan insiden tersebut, pemerintah Swedia memperingatkan dalam sebuah laporan pertahanan bahwa mereka melihat risiko bahwa konfrontasi antara Rusia dan Eropa akan semakin memburuk.
Laporan itu menyebut Rusia sebagai ancaman jangka panjang dan mengklaim bahwa Moskow dapat berupaya untuk menguji kohesi NATO dan kredibilitas Pasal 5 jika melihat kondisi politik yang menguntungkan. Laporan itu tidak menjelaskan secara rinci kondisi apa yang dimaksud.
Dokumen tersebut juga mengeklaim bahwa Moskow dapat terlibat dalam permusuhan. "Bahkan jika keseimbangan kekuatan militer tidak memenuhi persyaratan tradisional untuk serangan," bunyi laporan itu.
Lihat Juga :