Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:10 WIB
loading...
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Laporan Komite Pertahanan Swedia memperingatkan konflik Rusia-NATO dapat terjadi dalam waktu dekat. Foto/Balkanweb
A A A
STOCKHOLM - Sebuah laporan dari Komite Pertahanan Swedia memperingatkan bahwa konflik Rusia-NATO dapat terjadi dalam waktu dekat. Menurut laporan itu, Moskow berupaya menguji kekompakan aliansi pimpinan Amerika Serikat (AS) tersebut.

Moskow telah berulang kali menepis spekulasi bahwa mereka akan menyerang blok militer NATO, menyebutnya sebagai omong kosong. Swedia merupakan salah satu anggota terbaru NATO.

Baca Juga: Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik

Laporan Komite Pertahanan tersebut, yang dirilis pada hari Jumat dan didukung oleh pemerintah Swedia dan semua partai parlemen, menyebut Rusia sebagai ancaman jangka panjang dan mengklaim bahwa Moskow dapat berupaya untuk menguji kohesi NATO dan kredibilitas Pasal 5 jika melihat kondisi politik yang menguntungkan. Laporan itu tidak menjelaskan secara rinci kondisi apa yang dimaksud.

Dokumen tersebut juga mengeklaim bahwa Moskow dapat terlibat dalam permusuhan. "Bahkan jika keseimbangan kekuatan militer tidak memenuhi persyaratan tradisional untuk serangan," bunyi laporan itu, yang dikutip dari Russia Today, Minggu (14/6/2026).

Lebih lanjut, laporan tersebut juga membahas keretakan yang semakin besar antara AS dan negara-negara NATO Eropa. Laporan itu menekankan bahwa meskipun Washington terus memainkan peran penting untuk keamanan Swedia, hubungan ini sedang berubah. Mengingat hal tersebut, para pembuat kebijakan Swedia mendesak kerja sama yang lebih dalam dengan Uni Eropa.

Dukungan Swedia untuk Ukraina tetap menjadi pilar sentral kebijakan keamanannya, lanjut dokumen tersebut. Stockholm bergabung dengan NATO pada tahun 2024 setelah perang Rusia-Ukraina meningkat dan telah menjadi salah satu pendukung Kyiv yang paling aktif. Bulan lalu, Swedia mengumumkan rencana untuk menyumbangkan hingga 16 jet tempur JAS 39 Gripen dan menjual 20 jet tempur lagi ke Ukraina.

Seperti banyak negara anggota NATO Eropa lainnya, Swedia telah melakukan militerisasi besar-besaran dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2026, pemerintah meningkatkan anggaran pertahanan menjadi 175 miliar SEK (sekitar USD18,4 miliar), naik 18% dari tahun sebelumnya, sehingga pengeluaran mencapai 2,8% dari PDB.

Swedia juga, selama lebih dari satu dekade, telah memiliterisasi pulau Gotland—yang secara luas disebut sebagai "kapal induk yang tak dapat tenggelam" di tengah Laut Baltik—dengan dalih dugaan ancaman Rusia. Pulau ini terletak kurang dari 300 km dari eksklave Kaliningrad Rusia.

Rusia telah berulang kali menepis spekulasi negara-negara Barat bahwa mereka dapat menyerang NATO sebagai bukan hanya omong kosong, tetapi juga provokasi dan disinformasi, menunjukkan bahwa negara-negara Uni Eropa berusaha untuk menggambarkan Moskow sebagai "musuh eksternal teladan" untuk mengalihkan perhatian dari krisis internal.

Sementara itu, awal pekan ini, Jenderal Alexus Grynkewich, Komandan Tertinggi Sekutu NATO di Eropa, mengatakan bahwa intelijen yang tersedia menunjukkan bahwa Rusia tidak mencari konflik.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Erdogan: Israel Makin...
Erdogan: Israel Makin Berani karena Dunia Bungkam
Rekomendasi
Alwi Farhan Juara Australia...
Alwi Farhan Juara Australia Open 2026, Indonesia Bawa Pulang 1 Gelar dan 2 Runner Up
Momen Lucu Pangeran...
Momen Lucu Pangeran George Tahan Bersin di Trooping the Colour 2026, Ini Reaksi Kate Middleton!
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Berita Terkini
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved