Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang

Minggu, 14 Juni 2026 - 06:37 WIB
loading...
A A A
Dia memperingatkan bahwa Pyongyang akan mengintensifkan upaya untuk mempertahankan keseimbangan militer regional dan menjaga stabilitas di Semenanjung Korea.

Korea terpecah pada akhir Perang Dunia II, dan keretakan tersebut menjadi permanen setelah Perang Korea 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata daripada perjanjian perdamaian, sehingga kedua pihak secara teknis masih dalam keadaan perang.

AS mempertahankan hampir 30.000 tentara di Korea Selatan, memberikan perlindungan nuklir kepada sekutunya, dan secara teratur melakukan latihan militer gabungan dengan Seoul. Washington dan Seoul menggambarkan langkah-langkah ini sebagai hal yang diperlukan untuk keamanan dan pencegahan.

Pyongyang memandang kehadiran militer AS, latihan gabungan, dan penempatan regional sebagai tindakan permusuhan dan telah lama berpendapat bahwa kerja sama militer AS-Korea Selatan sama dengan persiapan perang.

Korea Utara secara rutin menguji dan meluncurkan senjata baru, menggambarkan peningkatan kekuatan militernya sebagai respons terhadap tekanan dari Washington dan sekutu regionalnya. Mereka menggambarkan program nuklir dan rudal mereka sebagai pencegahan penting terhadap campur tangan asing, dengan bersikeras bahwa program tersebut murni defensif dan dimaksudkan untuk melindungi kedaulatan dan menjaga perdamaian melalui kekuatan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
AS Serang Iran Lagi...
AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya
Iran Tutup Selat Hormuz...
Iran Tutup Selat Hormuz usai Serang Kapal Tak Berizin
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Koordinator Rekonstruksi...
Koordinator Rekonstruksi Gaza Asal Mesir Tewas dalam Serangan Drone di Kawasan Sabra
Pesawat Cessna Jatuh...
Pesawat Cessna Jatuh di Hutan, 10 Orang Tewas
Rekomendasi
AEI Golf Tournament...
AEI Golf Tournament 2026 Berlangsung Menarik, Peserta Unjuk Kualitas
Argentina Bentrok Inggris...
Argentina Bentrok Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
Berita Terkini
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Infografis
600 Tentara Korea Utara...
600 Tentara Korea Utara Tewas saat Perang Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved