Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
Perwira tinggi militer AS melakukan perjalanan rahasia dan tergesa-gesa ke markas Komando Pusat AS di Florida akhir bulan lalu untuk menerima pengarahan langsung tentang rencana operasi darat potensial di Iran yang bertujuan untuk merebut persediaan uranium yang diperkaya tinggi negara itu, menurut laporan tersebut.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa pengarahan tersebut dianggap sangat mendesak dan sensitif sehingga Jenderal Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan, mempersingkat pertemuan para pejabat senior NATO di Brussels dan terbang kembali ke Tampa pada 19 Mei.
Diskusi tingkat tinggi tersebut menyoroti betapa dekatnya pemerintahan Trump untuk menyetujui operasi berisiko tersebut. Caine kemudian mempresentasikan opsi militer kepada Trump, menurut laporan tersebut.
Trump akhirnya menunda rencana tersebut setelah diperingatkan bahwa hal itu dapat memicu pembalasan Iran yang parah, memperpanjang konflik, dan semakin menggoyahkan ekonomi global. Ia juga khawatir tentang kemungkinan korban jiwa yang signifikan di pihak AS, menurut laporan tersebut.
Perencanaan operasi tersebut terjadi bahkan ketika Trump berulang kali mengatakan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menyelesaikan negosiasi mengenai program nuklir Iran, menurut laporan tersebut.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa pengarahan tersebut dianggap sangat mendesak dan sensitif sehingga Jenderal Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan, mempersingkat pertemuan para pejabat senior NATO di Brussels dan terbang kembali ke Tampa pada 19 Mei.
Diskusi tingkat tinggi tersebut menyoroti betapa dekatnya pemerintahan Trump untuk menyetujui operasi berisiko tersebut. Caine kemudian mempresentasikan opsi militer kepada Trump, menurut laporan tersebut.
Trump akhirnya menunda rencana tersebut setelah diperingatkan bahwa hal itu dapat memicu pembalasan Iran yang parah, memperpanjang konflik, dan semakin menggoyahkan ekonomi global. Ia juga khawatir tentang kemungkinan korban jiwa yang signifikan di pihak AS, menurut laporan tersebut.
Perencanaan operasi tersebut terjadi bahkan ketika Trump berulang kali mengatakan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menyelesaikan negosiasi mengenai program nuklir Iran, menurut laporan tersebut.
(ahm)
Lihat Juga :