Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:35 WIB
loading...
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan elite AS siapkan skenario caplok uranium Iran. Foto/X
A A A
WASHINGTON - Di tengah diplomasi yang bergejolak dan serangan balasan antara Amerika Serikat dan Iran , para perencana militer Amerika telah membahas kemungkinan yang akan melibatkan pasukan khusus AS untuk membantu merebut material nuklir Iran.

Diskusi tersebut, yang masih bersifat pendahuluan dan bergantung pada berbagai perkembangan di medan perang dan politik, berpusat pada bagaimana Pentagon dapat mendukung Departemen Energi dalam merebut uranium yang sangat diperkaya milik Teheran, kata para pejabat kepada CBS News, yang berbicara dengan syarat anonim untuk membahas masalah keamanan nasional.

Dalam satu skenario yang ditinjau oleh para pejabat pertahanan, pasukan AS akan dikerahkan ke beberapa negara di Timur Tengah untuk mendukung operasi respons cepat. Tim khusus dari Departemen Energi, yang bekerja sama dengan personel militer Amerika dan badan-badan pemerintah AS lainnya, kemudian dapat memasuki Iran untuk menemukan, mengamankan, dan memindahkan persediaan uranium yang diperkaya, kata para pejabat tersebut.

Sebelum pesawat tempur F-15E Strike Eagle Amerika ditembak jatuh pada bulan April lalu, yang memicu upaya pencarian dan penyelamatan tempur besar-besaran, para pejabat Pentagon telah meneliti konsep serupa yang melibatkan Tim Pendukung Darurat Nuklir Departemen Energi, yang dikenal sebagai NEST, menurut para pejabat tersebut.



Proposal tersebut juga membayangkan partisipasi dari pasukan Operasi Khusus AS dan Komando Kimia, Biologi, Radiologi, Nuklir, dan Bahan Peledak ke-20 Angkatan Darat, yang mengkhususkan diri dalam menanggulangi senjata pemusnah massal dan bahan berbahaya.

Para pejabat tersebut mengatakan kepada CBS News bahwa diskusi tersebut bukan merupakan keputusan untuk melakukan operasi. Sebaliknya, itu adalah bagian dari perencanaan kontingensi militer rutin.

Seorang pejabat senior pemerintahan mengatakan kepada wartawan dalam sebuah panggilan telepon pada hari Jumat bahwa berdasarkan ketentuan kesepakatan, yang dapat ditandatangani dalam beberapa hari mendatang, uranium yang diperkaya Iran akan "dihancurkan di tempat dan kemudian dibawa keluar dari negara itu."

Akan ada "proses teknis untuk menentukan hal itu," kata pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim. Negosiasi teknis dijadwalkan berlangsung selama 60 hari, setelah nota kesepahaman ditandatangani, kata pejabat itu.

Namun demikian, Presiden AS Donald Trump telah menunda rencana militer untuk merebut uranium yang diperkaya Iran secara paksa. Itu dilapor CNN pada hari Jumat, mengutip sumber.

Perwira tinggi militer AS melakukan perjalanan rahasia dan tergesa-gesa ke markas Komando Pusat AS di Florida akhir bulan lalu untuk menerima pengarahan langsung tentang rencana operasi darat potensial di Iran yang bertujuan untuk merebut persediaan uranium yang diperkaya tinggi negara itu, menurut laporan tersebut.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa pengarahan tersebut dianggap sangat mendesak dan sensitif sehingga Jenderal Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan, mempersingkat pertemuan para pejabat senior NATO di Brussels dan terbang kembali ke Tampa pada 19 Mei.

Diskusi tingkat tinggi tersebut menyoroti betapa dekatnya pemerintahan Trump untuk menyetujui operasi berisiko tersebut. Caine kemudian mempresentasikan opsi militer kepada Trump, menurut laporan tersebut.

Trump akhirnya menunda rencana tersebut setelah diperingatkan bahwa hal itu dapat memicu pembalasan Iran yang parah, memperpanjang konflik, dan semakin menggoyahkan ekonomi global. Ia juga khawatir tentang kemungkinan korban jiwa yang signifikan di pihak AS, menurut laporan tersebut.

Perencanaan operasi tersebut terjadi bahkan ketika Trump berulang kali mengatakan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan menyelesaikan negosiasi mengenai program nuklir Iran, menurut laporan tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
AS Sebut Iran Bisa Hidup...
AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?
Rekomendasi
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved