Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
Proposal tersebut juga membayangkan partisipasi dari pasukan Operasi Khusus AS dan Komando Kimia, Biologi, Radiologi, Nuklir, dan Bahan Peledak ke-20 Angkatan Darat, yang mengkhususkan diri dalam menanggulangi senjata pemusnah massal dan bahan berbahaya.
Para pejabat tersebut mengatakan kepada CBS News bahwa diskusi tersebut bukan merupakan keputusan untuk melakukan operasi. Sebaliknya, itu adalah bagian dari perencanaan kontingensi militer rutin.
Seorang pejabat senior pemerintahan mengatakan kepada wartawan dalam sebuah panggilan telepon pada hari Jumat bahwa berdasarkan ketentuan kesepakatan, yang dapat ditandatangani dalam beberapa hari mendatang, uranium yang diperkaya Iran akan "dihancurkan di tempat dan kemudian dibawa keluar dari negara itu."
Akan ada "proses teknis untuk menentukan hal itu," kata pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim. Negosiasi teknis dijadwalkan berlangsung selama 60 hari, setelah nota kesepahaman ditandatangani, kata pejabat itu.
Namun demikian, Presiden AS Donald Trump telah menunda rencana militer untuk merebut uranium yang diperkaya Iran secara paksa. Itu dilapor CNN pada hari Jumat, mengutip sumber.
Para pejabat tersebut mengatakan kepada CBS News bahwa diskusi tersebut bukan merupakan keputusan untuk melakukan operasi. Sebaliknya, itu adalah bagian dari perencanaan kontingensi militer rutin.
Seorang pejabat senior pemerintahan mengatakan kepada wartawan dalam sebuah panggilan telepon pada hari Jumat bahwa berdasarkan ketentuan kesepakatan, yang dapat ditandatangani dalam beberapa hari mendatang, uranium yang diperkaya Iran akan "dihancurkan di tempat dan kemudian dibawa keluar dari negara itu."
Akan ada "proses teknis untuk menentukan hal itu," kata pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim. Negosiasi teknis dijadwalkan berlangsung selama 60 hari, setelah nota kesepahaman ditandatangani, kata pejabat itu.
Namun demikian, Presiden AS Donald Trump telah menunda rencana militer untuk merebut uranium yang diperkaya Iran secara paksa. Itu dilapor CNN pada hari Jumat, mengutip sumber.
Lihat Juga :