Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya

Jum'at, 12 Juni 2026 - 14:09 WIB
loading...
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Ali Khamenei sudah lebih dari 100 hari meninggal akibat agresi AS dan Israel, tapi Iran masih menunda prosesi pemakamannya. Foto/via The New York Times
A A A
TEHERAN - Ayatollah Ali Khamenei meninggal pada hari pertama agresi Amerika Serikat (AS) dan Israel di Teheran, 28 Februari, ketika dia masih menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Sekarang, sudah lebih dari 100 hari berlalu, Iran masih menunda prosesi penguburannya.

Wali Kota Teheran Alireza Zakani pada hari Kamis mengatakan pihak berwenang kini berencana untuk mengadakan upacara tersebut pada akhir Juni atau awal Juli.

Baca Juga: Sudah 7 Minggu sejak Dibunuh AS-Israel, Mengapa Iran Belum Kuburkan Ayatollah Ali Khamenei?

Zakani, dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan Fars News Agency, mengatakan acara pemakaman almarhum Khamenei selama tiga hari akan diadakan setelah sepuluh hari pertama Muharram—bulan pertama kalender Islam. Sepuluh hari pertama Muharram merupakan masa berkabung untuk memperingati Imam Hussein, salah satu tokoh yang paling dihormati dalam Islam Syiah.

Penundaan prosesi tersebut dimaksudkan untuk memungkinkan ibadah keagamaan terkait awal Muharram selesai dulu sebelum pemakaman kenegaraan dimulai.

Berdasarkan jadwal yang direvisi, upacara tersebut kini diperkirakan akan berlangsung antara 26 Juni hingga 5 Juli.

Mengapa Khamenei Belum Dimakamkan?


Khamenei, yang memimpin Republik Islam selama hampir 37 tahun, meninggal di kediamannya di pusat Teheran pada 28 Februari atau hari pertama serangan udara AS-Israel.

Pemakaman kenegaraan awalnya dijadwalkan pada 4 Maret tetapi ditunda karena konflik meningkat. Otoritas Iran kemudian mengindikasikan pemakaman akan diadakan pada awal Muharram, jadwal yang kini juga telah bergeser.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Brutal! Geng Narkoba...
Brutal! Geng Narkoba Tembak Mati 5 Polisi Jelang Pembukaan Piala Dunia di Meksiko
Rekomendasi
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Berita Terkini
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Infografis
Trump: Kebakaran Los...
Trump: Kebakaran Los Angeles Lebih Parah dari Serangan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved