Sudah 7 Minggu sejak Dibunuh AS-Israel, Mengapa Iran Belum Kuburkan Ayatollah Ali Khamenei?

Senin, 20 April 2026 - 07:34 WIB
loading...
Sudah 7 Minggu sejak...
Iran belum menguburkan jenazah Ayatollah Ali Khamenei meski sudah 7 minggu berlalu sejak dibunuh AS dan Israel. Foto/Khamenei.ir
A A A
TEHERAN - Mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dibunuh Amerika Serikat (AS) dan Israel pada hari pertama agresi, 28 Februari 2026. Sudah tujuh minggu berlalu, Iran belum juga menguburkan jenazah Khamenei. Ada apa?

Iran belum menentukan lokasi pemakaman mantan pemimpin berusia 86 tahun itu, menunjukkan bahwa pemerintahan yang dipimpin putra Khamenei, Ayatollah Mojtaba Khamenei, sedang sibuk menangkis ancaman eksistensial yang ditimbulkan oleh pasukan Amerika dan Israel.

Baca Juga: Kapal Perang AS Tembaki Kapal Kargo Iran di Dekat Selat Hormuz, lalu Merampasnya

Namun, seorang pakar keamanan mengeklaim bahwa rasa takut, bukan kesibukan dengan perang, telah menyebabkan penundaan yang berlebihan dalam upacara pemakaman Khamenei.

Behnam Taleblu dari Foundation for the Defence of Democracies mengatakan kepada New York Post bahwa rezim Mojtaba "lumpuh" karena ketakutan dan tidak dalam posisi untuk mengadakan upacara peringatan yang megah meskipun sedang gencatan senjata dengan AS.

Jutaan orang hadir dalam pemakaman Pemimpin Tertinggi pertama Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, pada tahun 1989. Namun, upacara pemakaman serupa tidak dapat diselenggarakan untuk Ali Khamenei karena Israel terus membombardir Iran selama beberapa minggu sejak hari pertama agresi.

"Sederhananya, rezim terlalu takut dan terlalu lemah untuk mengambil risiko," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Berita Terkini
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved