Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Selasa, 09 Juni 2026 - 19:34 WIB
loading...
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr. Foto/prensa latina
A
A
A
TEHERAN - Iran sedang melanjutkan rencana membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di lima lokasi di sepanjang garis pantainya. Langkah ini sebagai bagian dari upaya memperluas pangsa energi nuklir dalam bauran listrik negara. Kepala Organisasi Energi Atom Iran menjelaskan hal itu pada hari Senin (8/6/2026), seperti dilaporkan Anadolu.
Mohammad Eslami, wakil presiden dan kepala Organisasi Energi Atom Iran, menyampaikan pernyataan tersebut selama pertemuan dengan anggota komisi energi dan konstruksi parlemen, menurut kantor berita resmi IRNA.
Eslami mengatakan proyek-proyek tersebut sedang diimplementasikan di bawah dokumen strategis komprehensif Iran untuk industri nuklir, yang diluncurkan pada tahun 2022.
“Berdasarkan dokumen ini, pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di lima lokasi pesisir ada dalam agenda untuk meningkatkan pangsa listrik nuklir dalam bauran energi negara, dan proyek-proyek ini berjalan sesuai rencana,” katanya.
Pejabat tersebut juga mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr baru-baru ini melampaui 80 miliar kilowatt-jam produksi listrik, pencapaian yang menurutnya telah menghemat setara dengan 131 juta barel minyak mentah atau 21,3 miliar meter kubik gas alam.
Eslami menambahkan unit kedua dan ketiga pembangkit Bushehr saat ini sedang dibangun sebagai bagian dari proyek investasi senilai USD10 miliar, dan menggambarkannya sebagai salah satu pengembangan infrastruktur terbesar di negara itu.
Bushehr, satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir yang beroperasi di Iran, terletak di pantai selatan Teluk dan memasok listrik ke jaringan listrik nasional Iran.
Ketegangan regional telah meningkat sejak akhir Februari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran.
Media Iran melaporkan pembangkit Bushehr menjadi sasaran beberapa kali selama konflik tersebut, tetapi mengatakan serangan tersebut tidak mengganggu operasi atau memengaruhi produksi listrik fasilitas tersebut.
Ketegangan kembali meningkat pada hari Minggu ketika Israel membombardir ibu kota Lebanon, Beirut, meskipun gencatan senjata masih berlangsung.
Aksi Zionis mendorong Iran meluncurkan rudal ke arah Israel utara sebagai balasan, sementara Israel melakukan beberapa gelombang serangan udara terhadap Iran.
Militer Iran mengatakan pada Senin pagi bahwa mereka menghentikan serangan terhadap Israel sambil memperingatkan akan adanya respons "menghancurkan" jika serangan Israel terhadap Lebanon berlanjut.
Media Israel, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya, melaporkan Israel telah setuju menghentikan serangan udara terhadap Iran tetapi akan melanjutkan serangannya di Lebanon selatan.
Baca juga: Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Mohammad Eslami, wakil presiden dan kepala Organisasi Energi Atom Iran, menyampaikan pernyataan tersebut selama pertemuan dengan anggota komisi energi dan konstruksi parlemen, menurut kantor berita resmi IRNA.
Eslami mengatakan proyek-proyek tersebut sedang diimplementasikan di bawah dokumen strategis komprehensif Iran untuk industri nuklir, yang diluncurkan pada tahun 2022.
“Berdasarkan dokumen ini, pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di lima lokasi pesisir ada dalam agenda untuk meningkatkan pangsa listrik nuklir dalam bauran energi negara, dan proyek-proyek ini berjalan sesuai rencana,” katanya.
Pejabat tersebut juga mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr baru-baru ini melampaui 80 miliar kilowatt-jam produksi listrik, pencapaian yang menurutnya telah menghemat setara dengan 131 juta barel minyak mentah atau 21,3 miliar meter kubik gas alam.
Eslami menambahkan unit kedua dan ketiga pembangkit Bushehr saat ini sedang dibangun sebagai bagian dari proyek investasi senilai USD10 miliar, dan menggambarkannya sebagai salah satu pengembangan infrastruktur terbesar di negara itu.
Bushehr, satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir yang beroperasi di Iran, terletak di pantai selatan Teluk dan memasok listrik ke jaringan listrik nasional Iran.
Ketegangan regional telah meningkat sejak akhir Februari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran.
Media Iran melaporkan pembangkit Bushehr menjadi sasaran beberapa kali selama konflik tersebut, tetapi mengatakan serangan tersebut tidak mengganggu operasi atau memengaruhi produksi listrik fasilitas tersebut.
Ketegangan kembali meningkat pada hari Minggu ketika Israel membombardir ibu kota Lebanon, Beirut, meskipun gencatan senjata masih berlangsung.
Aksi Zionis mendorong Iran meluncurkan rudal ke arah Israel utara sebagai balasan, sementara Israel melakukan beberapa gelombang serangan udara terhadap Iran.
Militer Iran mengatakan pada Senin pagi bahwa mereka menghentikan serangan terhadap Israel sambil memperingatkan akan adanya respons "menghancurkan" jika serangan Israel terhadap Lebanon berlanjut.
Media Israel, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya, melaporkan Israel telah setuju menghentikan serangan udara terhadap Iran tetapi akan melanjutkan serangannya di Lebanon selatan.
Baca juga: Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
(sya)
Lihat Juga :