Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Selasa, 09 Juni 2026 - 15:26 WIB
loading...
A
A
A
Kepolisian Irlandia Utara mengonfirmasi bahwa satu orang telah ditahan.
“Polisi di Belfast utara saat ini berada di Kinnaird Avenue menyusul laporan insiden penusukan tak lama setelah pukul 22.30 pada hari Senin, 8 Juni,” kata polisi dalam sebuah pernyataan.
“Seorang pria telah ditangkap sehubungan dengan insiden tersebut dan berada dalam tahanan polisi sementara seorang pria kedua telah dibawa ke rumah sakit dengan luka serius," lanjut pernyataan tersebut, yang dikutip news.com.au, Selasa (9/6/2026).
Para petugas polisi tetap berada di tempat kejadian perkara dan telah meminta saksi atau siapa pun yang memiliki rekaman dashcam atau CCTV dari insiden tersebut untuk melapor.
Tokoh sayap kanan Tommy Robinson membagikan video tersebut di X dan telah ditonton hampir setengah juta kali. Dia menulis, “Adegan mengerikan di Belfast Utara malam ini ketika seorang penyerang tertangkap basah mencoba memenggal kepala seorang pria di tengah jalan!”
Polisi belum mengumumkan dakwaan apa pun dan belum merilis nama atau status imigrasi dari terduga pelaku.
Serangan mengejutkan ini terjadi setelah pembunuhan brutal dengan penusukan terhadap mahasiswa berusia 18 tahun, Henry Nowak, oleh seorang pria Sikh bernama Vickrum Digwa di kota Southampton selatan pada Desember lalu.
Digwa (23) dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan minimal 21 tahun setelah dinyatakan bersalah akhir bulan lalu setelah persidangan selama dua minggu di Pengadilan Mahkota Southampton.
Rekaman mengerikan dari kamera tubuh yang dirilis pekan lalu menunjukkan petugas Kepolisian Hampshire menangkap dan memborgol remaja tersebut saat dia sekarat kehabisan darah, setelah si pembunuh dan anggota keluarganya secara salah menuduh mahasiswa tersebut melakukan serangan yang bermotivasi rasial.
Rekaman tersebut memicu kerusuhan hebat di Southampton yang menyebabkan 11 petugas polisi terluka, dan memicu perdebatan sengit tentang dugaan "sistem kepolisian dua tingkat" di Inggris yang menurut para kritikus lebih menguntungkan minoritas etnis daripada orang kulit putih.
“Polisi di Belfast utara saat ini berada di Kinnaird Avenue menyusul laporan insiden penusukan tak lama setelah pukul 22.30 pada hari Senin, 8 Juni,” kata polisi dalam sebuah pernyataan.
“Seorang pria telah ditangkap sehubungan dengan insiden tersebut dan berada dalam tahanan polisi sementara seorang pria kedua telah dibawa ke rumah sakit dengan luka serius," lanjut pernyataan tersebut, yang dikutip news.com.au, Selasa (9/6/2026).
Para petugas polisi tetap berada di tempat kejadian perkara dan telah meminta saksi atau siapa pun yang memiliki rekaman dashcam atau CCTV dari insiden tersebut untuk melapor.
Tokoh sayap kanan Tommy Robinson membagikan video tersebut di X dan telah ditonton hampir setengah juta kali. Dia menulis, “Adegan mengerikan di Belfast Utara malam ini ketika seorang penyerang tertangkap basah mencoba memenggal kepala seorang pria di tengah jalan!”
Polisi belum mengumumkan dakwaan apa pun dan belum merilis nama atau status imigrasi dari terduga pelaku.
Serangan mengejutkan ini terjadi setelah pembunuhan brutal dengan penusukan terhadap mahasiswa berusia 18 tahun, Henry Nowak, oleh seorang pria Sikh bernama Vickrum Digwa di kota Southampton selatan pada Desember lalu.
Digwa (23) dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan minimal 21 tahun setelah dinyatakan bersalah akhir bulan lalu setelah persidangan selama dua minggu di Pengadilan Mahkota Southampton.
Rekaman mengerikan dari kamera tubuh yang dirilis pekan lalu menunjukkan petugas Kepolisian Hampshire menangkap dan memborgol remaja tersebut saat dia sekarat kehabisan darah, setelah si pembunuh dan anggota keluarganya secara salah menuduh mahasiswa tersebut melakukan serangan yang bermotivasi rasial.
Rekaman tersebut memicu kerusuhan hebat di Southampton yang menyebabkan 11 petugas polisi terluka, dan memicu perdebatan sengit tentang dugaan "sistem kepolisian dua tingkat" di Inggris yang menurut para kritikus lebih menguntungkan minoritas etnis daripada orang kulit putih.
Lihat Juga :