Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer

Senin, 08 Juni 2026 - 19:25 WIB
loading...
Tak Ingin Kerusakan...
Tak ingin kerusakan akibat serangan Iran diketahui dunia, Israel berlakukan sensor militer. Foto/X
A A A
TEL AVIV - Serangan roket terbaru yang ditembakkan dari Iran ke Israel telah menghantam beberapa wilayah termasuk Yerusalem, serta Ramallah dan daerah sekitar Laut Mati.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Israel, insiden tersebut kini telah berakhir.

Secara umum, di Israel terdapat penekanan pada pelaporan bahwa militer Israel telah mencegat semua rudal yang diluncurkan dari Iran ke negara tersebut. Meskipun beberapa media Israel melaporkan kerusakan di lokasi tertentu, termasuk kemarin ketika serangan pertama ditembakkan dari Iran, tetap sulit untuk menilai sepenuhnya dampaknya.



Al Jazeera melaporkan bahwa harus ingat bagaimana Israel bekerja. Ada sensor militer yang memastikan informasi yang dianggap sensitif oleh negara tidak diungkapkan kepada media.

Jadi sulit untuk menilai seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan roket-roket ini di dalam Israel.

Kemudian, Radio Angkatan Darat Israel melaporkan bahwa militer Israel telah memperkirakan bahwa kampanye melawan Iran dapat berlangsung beberapa hari.

Militer sedang mempersiapkan "mobilisasi cadangan skala besar" dan diperkirakan akan memobilisasi sejumlah batalion cadangan, menurut reporter Radio Angkatan Darat Israel, Doron Kadosh.

Dalam sebuah unggahan di Telegram, Kadosh menambahkan bahwa militer akan memperkuat pasukan di perbatasan, khususnya di perbatasan Tepi Barat-Yordania yang diduduki. Ia menambahkan bahwa Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel juga telah memulai mobilisasi cadangan skala besar pagi ini.

Militer Israel mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah menyerang dan membongkar sistem pertahanan Iran yang ditempatkan di beberapa wilayah di negara tersebut.

“Baru-baru ini, sistem pertahanan ditempatkan di berbagai wilayah di Iran sebagai bagian dari upaya rezim untuk memulihkan kemampuan deteksi dan pertahanannya, yang menurun selama Operasi Singa Mengaum,” kata militer.

“Serangan tersebut menyebabkan pembongkaran sistem-sistem ini,” katanya, menambahkan bahwa puluhan pesawat tempur berpartisipasi dalam operasi tersebut.

Israel dan Iran saling melancarkan serangan pada hari Senin untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata dalam perang Timur Tengah mulai berlaku dua bulan lalu, meskipun Presiden AS Donald Trump menyerukan pengekangan.

Kenaikan ketegangan ini, yang juga melibatkan negara-negara lain di kawasan tersebut, menyaksikan Israel menyerang Iran setelah Republik Islam menargetkannya sebagai balasan atas serangan udara di pinggiran selatan Beirut, tempat proksinya, Hizbullah, berkuasa.

Hal ini menyusul negosiasi selama berminggu-minggu yang bertujuan untuk mengakhiri perang regional yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Rekor! Polisi Australia...
Rekor! Polisi Australia Sita 3 Ton Kokain Senilai Rp10,2 Triliun
Rekomendasi
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Kisah Inspiratif Nasabah...
Kisah Inspiratif Nasabah PNM Warnai Grand Final Pro Futsal League 2026
Warga Jakarta Bangun...
Warga Jakarta Bangun Gerakan Bersama Perangi Polusi Udara
Berita Terkini
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved