5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran

Minggu, 07 Juni 2026 - 14:25 WIB
loading...
A A A
Dareini mengatakan Iran mengizinkan 20 hingga 30 kapal melewati selat setiap hari dalam kondisi tersebut, dengan alasan bahwa AS sengaja mencoba untuk melemahkan kerangka kerja tersebut. “Amerika Serikat tidak ingin Iran melembagakan hal itu, itulah sebabnya ketegangan meningkat.”

“Iran lebih memilih untuk memperluas pembalasannya, terlepas dari apakah itu mengarah pada perang skala besar, daripada menerima normalisasi pelanggaran AS. Garis merah Iran jelas: jika Iran tidak dapat mengekspor minyak, tidak seorang pun di kawasan ini akan dapat melakukannya.”

5. Menginginkan Kebebasan Ekonomi dan Pencabutan Sanksi

Alex Vatanka, seorang ahli Iran dan penulis buku The Battle of the Ayatollahs in Iran, mengatakan Iran terpecah antara mengadopsi pendekatan yang lebih isolasionis dan konfrontatif dalam kebijakan luar negerinya dan pendekatan yang lebih damai yang dapat mengurangi tekanan ekonomi yang dihadapi negara tersebut di bawah sanksi internasional.

“Pada dasarnya, [almarhum Pemimpin Tertinggi] Ali Khameini meyakini bahwa satu-satunya cara untuk berkeliling dunia dan mendapatkan apa yang diinginkan adalah dengan mampu memproyeksikan kekuatan, memiliki kekuatan, dan dihormati,” kata Vatanka kepada Al Jazeera.

“Sedangkan [mantan Presiden Iran Akbar Hashemi] Rafsanjani, yang meninggal pada tahun 2017, berpendapat bahwa Iran tidak bisa menjadi pulau yang terisolasi,” kata Vatanka.

“Iran perlu menjadi bagian dari komunitas global; Iran perlu menemukan cara untuk membangun jembatan dan terintegrasi,” katanya, merujuk pada pandangan Rafsanjani.

Vatanka mengatakan ia menduga para negosiator Iran dan kepemimpinan Korps Garda Revolusi Islam yang kuat berada di antara kedua posisi tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved