Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
Sabtu, 06 Juni 2026 - 13:26 WIB
loading...
A
A
A
Rudal Oreshnik lebih cepat daripada kebanyakan rudal modern, dengan perkiraan kecepatan hipersonik 13.000 kilometer per jam, atau lebih dari Mach 10.
Dengan hulu ledaknya yang diarahkan ke target tertentu, lintasannya membawanya kembali ke bawah dengan cepat setelah pendakian curam keluar dari atmosfer, sehingga hampir mustahil bagi sistem pertahanan udara Ukraina untuk menembak jatuh rudal tersebut.
Jenis rudal ini biasanya dirancang untuk membawa muatan nuklir dan sering dikaitkan dengan permainan politik Putin yang berisiko memicu perang nuklir.
Ukraina, NATO, bahkan, Sergei Karakayev—kepala Pasukan Roket Strategis Rusia, yang mengawasi program senjata nuklir dan rudal balistik antarbenua negara itu—, sebelumnya menyatakan bahwa Oreshnik dapat menyerang target di seluruh Eropa.
Putin sebelumnya mengeklaim bahwa elemen penghancur rudal tersebut dapat mencapai suhu yang mendekati permukaan Matahari. "Oleh karena itu, segala sesuatu di pusat ledakan akan hancur menjadi pecahan, menjadi partikel elementer, pada dasarnya menjadi debu," katanya ketika rudal Oreshnik diperkenalkan pada tahun 2024, menambahkan bahwa rudal tersebut dapat menyerang bahkan target yang sangat terlindungi dan terletak di kedalaman yang sangat dalam.
Dengan hulu ledaknya yang diarahkan ke target tertentu, lintasannya membawanya kembali ke bawah dengan cepat setelah pendakian curam keluar dari atmosfer, sehingga hampir mustahil bagi sistem pertahanan udara Ukraina untuk menembak jatuh rudal tersebut.
Jenis rudal ini biasanya dirancang untuk membawa muatan nuklir dan sering dikaitkan dengan permainan politik Putin yang berisiko memicu perang nuklir.
Ukraina, NATO, bahkan, Sergei Karakayev—kepala Pasukan Roket Strategis Rusia, yang mengawasi program senjata nuklir dan rudal balistik antarbenua negara itu—, sebelumnya menyatakan bahwa Oreshnik dapat menyerang target di seluruh Eropa.
Putin sebelumnya mengeklaim bahwa elemen penghancur rudal tersebut dapat mencapai suhu yang mendekati permukaan Matahari. "Oleh karena itu, segala sesuatu di pusat ledakan akan hancur menjadi pecahan, menjadi partikel elementer, pada dasarnya menjadi debu," katanya ketika rudal Oreshnik diperkenalkan pada tahun 2024, menambahkan bahwa rudal tersebut dapat menyerang bahkan target yang sangat terlindungi dan terletak di kedalaman yang sangat dalam.
(mas)
Lihat Juga :