5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Jum'at, 05 Juni 2026 - 14:06 WIB
loading...
A
A
A
•8 tabung torpedo 533 mm
•14 torpedo Black Shark
Kehebatan
Nagapasa merupakan pengembangan dari desain Jerman; Type-209, yang telah terbukti di banyak negara.
Kelebihan utama kapal selam ini adalah kemampuan menyelam relatif dalam, kecepatan bawah air tinggi, serta ukuran yang lebih kecil sehingga cocok untuk operasi di perairan kepulauan Indonesia. Selain itu, pembangunan KRI Alugoro di dalam negeri menjadi tonggak penting transfer teknologi kapal selam kepada Indonesia.
Namun dibanding Type 218SG Singapura maupun Scorpene terbaru, Nagapasa belum memiliki teknologi AIP sehingga daya tahan menyelamnya lebih terbatas.
•Pabrikan: China.
•Harga: tidak dipublikasikan.
•Peringkat Teknologi ASEAN: 5.
Spesifikasi
•Panjang: sekitar 76 meter
•Displacement menyelam: sekitar 2.100 ton
•Kecepatan menyelam: sekitar 18 knot
•Awak: 57–60 personel
Persenjataan
•8 tabung torpedo 533 mm
•Torpedo Yu-series
Kehebatan
Meski merupakan kapal selam pertama Myanmar, teknologi yang digunakan sudah tergolong tua dibanding armada negara ASEAN lainnya. Kapal ini lebih berfungsi sebagai sarana pelatihan dan peningkatan kemampuan dasar peperangan bawah laut daripada alat proyeksi kekuatan regional.
Jika disusun berdasarkan kombinasi teknologi, kemampuan siluman, sensor, daya tahan menyelam, dan efektivitas tempur, maka peringkat kapal selam tercanggih ASEAN saat ini adalah:
1. Invincible Class (Type 218SG) Singapura
2. Kilo Class Project 636.1 Vietnam
3. Scorpene Class Malaysia
4. Nagapasa Class (DSME 1400) Indonesia
5. Ming Class (Type 035B) Myanmar
Secara keseluruhan, Singapura saat ini memiliki armada kapal selam paling modern di Asia Tenggara berkat Type 218SG yang dilengkapi teknologi Air Independent Propulsion, otomatisasi tingkat tinggi, dan sensor generasi terbaru.
Namun dari sisi daya gempur strategis, Vietnam tetap menjadi lawan yang sangat diperhitungkan karena kapal selam Kilo miliknya mampu membawa rudal jelajah Kalibr yang dapat menyerang target jauh di luar cakrawala.
Dengan Indonesia yang dilaporkan mulai memesan kapal selam Scorpene generasi baru dan negara-negara ASEAN terus memodernisasi armada bawah lautnya, persaingan kapal selam di kawasan diperkirakan akan semakin ketat dalam dekade mendatang.
•14 torpedo Black Shark
Kehebatan
Nagapasa merupakan pengembangan dari desain Jerman; Type-209, yang telah terbukti di banyak negara.
Kelebihan utama kapal selam ini adalah kemampuan menyelam relatif dalam, kecepatan bawah air tinggi, serta ukuran yang lebih kecil sehingga cocok untuk operasi di perairan kepulauan Indonesia. Selain itu, pembangunan KRI Alugoro di dalam negeri menjadi tonggak penting transfer teknologi kapal selam kepada Indonesia.
Namun dibanding Type 218SG Singapura maupun Scorpene terbaru, Nagapasa belum memiliki teknologi AIP sehingga daya tahan menyelamnya lebih terbatas.
5. Ming Class (Type 035B) – Myanmar
•Negara Operator: Myanmar.•Pabrikan: China.
•Harga: tidak dipublikasikan.
•Peringkat Teknologi ASEAN: 5.
Spesifikasi
•Panjang: sekitar 76 meter
•Displacement menyelam: sekitar 2.100 ton
•Kecepatan menyelam: sekitar 18 knot
•Awak: 57–60 personel
Persenjataan
•8 tabung torpedo 533 mm
•Torpedo Yu-series
Kehebatan
Meski merupakan kapal selam pertama Myanmar, teknologi yang digunakan sudah tergolong tua dibanding armada negara ASEAN lainnya. Kapal ini lebih berfungsi sebagai sarana pelatihan dan peningkatan kemampuan dasar peperangan bawah laut daripada alat proyeksi kekuatan regional.
Siapa Raja Kapal Selam ASEAN?
Jika disusun berdasarkan kombinasi teknologi, kemampuan siluman, sensor, daya tahan menyelam, dan efektivitas tempur, maka peringkat kapal selam tercanggih ASEAN saat ini adalah:
1. Invincible Class (Type 218SG) Singapura
2. Kilo Class Project 636.1 Vietnam
3. Scorpene Class Malaysia
4. Nagapasa Class (DSME 1400) Indonesia
5. Ming Class (Type 035B) Myanmar
Secara keseluruhan, Singapura saat ini memiliki armada kapal selam paling modern di Asia Tenggara berkat Type 218SG yang dilengkapi teknologi Air Independent Propulsion, otomatisasi tingkat tinggi, dan sensor generasi terbaru.
Namun dari sisi daya gempur strategis, Vietnam tetap menjadi lawan yang sangat diperhitungkan karena kapal selam Kilo miliknya mampu membawa rudal jelajah Kalibr yang dapat menyerang target jauh di luar cakrawala.
Dengan Indonesia yang dilaporkan mulai memesan kapal selam Scorpene generasi baru dan negara-negara ASEAN terus memodernisasi armada bawah lautnya, persaingan kapal selam di kawasan diperkirakan akan semakin ketat dalam dekade mendatang.
(mas)
Lihat Juga :