Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali

Kamis, 04 Juni 2026 - 21:30 WIB
loading...
A A A
Kegagalan Jerman dalam pencalonan tersebut menandai perubahan dari kampanye Dewan Keamanan sebelumnya, yang secara tradisional didahului oleh koordinasi bertahun-tahun di dalam kelompok Barat.

Dalam pemilihan sebelumnya untuk periode 1977–1978, 1987–1988, 1995–1996, 2003–2004, 2011–2012, dan 2019–2020, Berlin maju tanpa lawan atau masuk sebagai favorit yang jelas, dan memilih untuk tetap berada di pinggir lapangan ketika menghadapi pesaing yang serius.

Jerman juga telah lama berupaya mendapatkan kursi tetap di Dewan Keamanan, dengan alasan badan tersebut harus diperluas untuk lebih mencerminkan realitas politik dan ekonomi saat ini, sekaligus mempromosikan dirinya sebagai donor utama PBB dan pendukung multilateralisme.

Wadephul mengatakan tahun lalu bahwa dewan tersebut harus mencakup kursi tetap dan tidak tetap tambahan, terutama untuk wilayah yang kurang terwakili di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.

Jerman telah membingkai upayanya untuk mendapatkan kursi tetap sebagai bagian dari tuntutan yang lebih luas dari negara-negara Selatan Global untuk reformasi badan yang masih didominasi oleh kekuatan Barat.

Para pemimpin Afrika telah menyerukan setidaknya dua kursi tetap untuk benua tersebut, sementara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menggambarkan pengecualian Afrika dari keanggotaan tetap sebagai "tidak dapat dibenarkan."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Tuntut Kemerdekaan dari...
Tuntut Kemerdekaan dari China, Pria Tibet Tewas Bakar Diri di Luar Markas PBB
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
Detik-Detik Gempa Dahsyat...
Detik-Detik Gempa Dahsyat M7,3 Guncang Lepas Pantai Meksiko, Korban Jiwa Nihil
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Masuk 50% ke Kanada, PM Carney: Pelanggaran!
Rekomendasi
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Mensesneg Ungkap Anggaran...
Mensesneg Ungkap Anggaran MBG Berpotensi Turun usai Validasi Data
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Lombok Barat Tersangka Dugaan Suap dan Gratifikasi
Berita Terkini
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Infografis
Bayraktar Kizilelma...
Bayraktar Kizilelma Turki, Jet Tempur Nirawak Pertama di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved