Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei

Kamis, 04 Juni 2026 - 08:52 WIB
loading...
Meski AS-Iran Musuh...
Presiden AS Donald Trump (kiri) ingin bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei meski kedua negara musuh bebuyutan. Foto/The New York Post
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei meski kedua negara merupakan musuh bebuyutan. Trump menyampaikan keinginannya ketika Washington dan Teheran saling menuduh melanggar gencatan senjata yang semakin rapuh.

Mojtaba Khamenei (56) diyakini telah terluka dalam hari pertama agresi AS-Israel pada 28 Februari yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Mojtaba belum terlihat di depan umum sejak dia diangkat sebagai pengganti ayahnya.

Baca Juga: AS Ungkap Pemimpin Tertinggi Iran Masih Hidup, Makin Terlibat Melalui Perantara

“Saya ingin bertemu dengannya, dan mungkin kita akan bertemu suatu saat nanti, tergantung bagaimana semuanya berjalan,” kata Trump kepada podcast “Pod Force One” TheNew York Post.

Trump menambahkan bahwa Mojtaba Khamenei “terlibat, tentu saja” ketika ditanya tentang kesehatan pemimpin Iran tersebut.

“Saya tidak mendengar kabar bahwa kondisinya baik,” kata Trump. “Jika Anda percaya cerita-cerita itu, dia kehilangan banyak bagian tubuh," ujarnya.

“Mereka mengatakan dia memberikan persetujuan,” imbuh dia, seperti dikutip AFP, Kamis (4/6/2026).

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada panel Kongres pada hari Selasa bahwa Mojtaba Khamenei masih hidup dan semakin aktif.

“Saya pikir ada indikasi di luar sana bahwa dia semakin terlibat pada tingkat tertentu,” kata Rubio kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat.

Serangan Iran pada hari Rabu di bandara Kuwait menandai salah satu ujian terberat dari gencatan senjata 8 April yang rapuh.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang menurut mereka merupakan balasan atas serangan AS terhadap kapal tanker minyak dan sebuah pulau di Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
Kemenhut Bangun Perekonomian...
Kemenhut Bangun Perekonomian Kehutanan Inklusif, Berkelanjutan, dan Kompetitif
OJK Respons Penilaian...
OJK Respons Penilaian MSCI ke Pasar Modal Indonesia: Tahan Status Emerging Market dengan Catatan
Lewat Green Zakat, BSI...
Lewat Green Zakat, BSI Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Investasi Emas
Berita Terkini
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved