Rusia Intensifkan Serangan, Sekjen NATO Justru Berkunjung ke Ukraina

Rabu, 03 Juni 2026 - 16:33 WIB
loading...
Rusia Intensifkan Serangan,...
Rusia intensifkan serangan, Sekjen NATO Mark Rutte justru berkunjung ke Ukraina. Foto/X/@KyivPost
A A A
MOSKOW - Sekjen NATO Mark Rutte tiba di Kyiv pada hari Rabu untuk perjalanan mendadak. Itu diungkapkan operator kereta api nasional Ukraina. Itu terjadi setelah serangkaian serangan besar-besaran Rusia yang menewaskan banyak orang di ibu kota Ukraina.

Presiden Volodymyr Zelenskyy, yang diperkirakan akan bertemu dengan Rutte, telah meminta bantuan kepada anggota blok pertahanan untuk melindungi Ukraina dari serangan rudal balistik Rusia.

“Hari ini di stasiun kereta api Kyiv, kami dengan senang hati menyambut Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte,” tulis Ukrzaliznytsia di media sosial bersama gambar Sekjen NATO di peron.

“Kunjungan ini sangat penting, seperti semua kunjungan sebelumnya, karena ini adalah isyarat solidaritas dan dukungan dari Aliansi untuk negara kita,” tulis Ukrzaliznytsia di media sosial.

Unggahan tersebut kemudian dihapus.



Kunjungan beliau terjadi beberapa jam setelah drone Ukraina menyerang situs energi dan militer di kota Saint Petersburg, Rusia utara, tempat para pejabat dan tamu kehormatan berkumpul untuk forum ekonomi utama.

Serangan rudal dan drone Rusia sehari sebelumnya menewaskan 23 orang dalam serangan di Kyiv dan kota Dnipro di timur.

Sebelumnya, setidaknya tujuh orang tewas dan 11 lainnya terluka dalam serangan drone Ukraina terhadap bus penumpang di Republik Rakyat Donetsk (DPR), Rusia. Itu diungkapkan gubernur setempat Denis Pushilin.

Bus yang sedang melakukan perjalanan antara Moskow dan kota Simferopol di Krimea itu diserang di kota Enakievo di bagian barat DPR, tulis Pushilin dalam sebuah unggahan di Telegram pada Rabu pagi.

“Kaum fasis Ukraina telah melakukan tindakan agresi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak manusiawi,” kata gubernur tersebut.

Pushilin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan teman-teman korban yang tewas dalam serangan itu dan mendoakan kesembuhan yang cepat bagi para korban luka, yang menurutnya, sedang diberikan semua bantuan medis yang diperlukan.

Komite Investigasi Rusia telah mengumumkan bahwa kasus terorisme telah dibuka terkait serangan terhadap bus tersebut.

Rusia juga dihantam oleh serangan drone besar Ukraina lainnya semalam, dengan 345 UAV ditembak jatuh di seluruh negeri, menurut Kementerian Pertahanan. Pencegatan tersebut terjadi di wilayah Moskow, Leningrad, Belgorod, Bryansk, Voronezh, Kaluga, Kursk, Novgorod, Orel, Pskov, Rostov, Smolensk, Tver, Tula, dan Krasnodar, serta di atas Krimea dan Laut Azov, kata kementerian tersebut.

Beberapa orang terluka dan infrastruktur rusak akibat serangan pesawat tak berawak Ukraina di St. Petersburg pada hari pembukaan Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg ke-29 (SPIEF), kata gubernur setempat Alexander Beglov.

Setidaknya 59 UAV ditembak jatuh oleh pertahanan udara di atas Wilayah Leningrad, menurut gubernur Aleksandr Drozdenko. Wilayah Leningrad mengelilingi St. Petersburg, yang memiliki status kota federal.

Peringatan pesawat tak berawak diumumkan di St. Petersburg, dengan Bandara Pulkovo kota tersebut untuk sementara menghentikan penerbangan.

SPIEF 2026, yang sering disebut sebagai 'Davos Rusia' karena merupakan acara ekonomi global utama yang diselenggarakan oleh negara tersebut, berlangsung antara tanggal 3 dan 6 Juni. Forum tahun ini akan dihadiri oleh sekitar 20.000 pelaku bisnis, politisi, dan tokoh masyarakat dari lebih dari 100 negara. Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan untuk berpidato di acara tersebut pada hari Jumat.

Moskow sebelumnya memperingatkan bahwa mereka akan melakukan "serangan sistematis dan konsisten" terhadap infrastruktur militer Ukraina, termasuk fasilitas produksi drone, pos komando, dan "pusat pengambilan keputusan," sebagai tanggapan terhadap serangan teroris Kiev, termasuk serangan di Republik Rakyat Lugansk Rusia pada 22 Mei.

Pasukan Ukraina menyerang asrama mahasiswa di kota Starobelsk dalam beberapa gelombang serangan drone larut malam saat mahasiswa sedang tidur, menewaskan 21 orang, sebagian besar gadis remaja, dan melukai 70 lainnya.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada hari Senin bahwa kepemimpinan Ukraina telah membuka "babak baru dalam aksi kejahatannya" dengan serangan terhadap Staro.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Kejurnas Atletik 2026...
Kejurnas Atletik 2026 Resmi Bergulir, Jadi Ajang Lahirnya Generasi Baru Atlet Indonesia
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Berita Terkini
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved