Krisis Ekonomi China Dorong Media CCTV Masuk ke Bisnis E-commerce

Senin, 01 Juni 2026 - 15:50 WIB
loading...
A A A
Pemerintah daerah dilaporkan mulai kesulitan membayar gaji pegawai dan terpaksa mengandalkan pinjaman bank.

Dugaan Monetisasi Pengaruh


Pegawai negeri di sejumlah provinsi juga disebut menghadapi keterlambatan gaji, penghentian bonus, hingga tuntutan pengembalian bonus lama.

Menurut Jathindra, model pembiayaan berbasis penjualan lahan yang selama ini menopang anggaran daerah mulai runtuh.

Fenomena pengurangan pegawai negeri kini meluas ke lebih dari 400 wilayah administratif di China.

Pada saat yang sama, pusat-pusat perbelanjaan disebut semakin sepi, supermarket kosong, dan pengangguran meningkat.

Penutupan pabrik secara massal juga dinilai memperparah situasi.

Jathindra menilai kebijakanCCP yang memberi dominasi besar kepada institusi negara telah merusak kepercayaan publik, mendistorsi pasar, dan melemahkan fungsi jurnalistik media.

“Perubahan CCTV menjadi kanal penjualan bukan hanya soal bertahan hidup, tetapi juga upaya memonetisasi pengaruh dengan mengorbankan transparansi dan keadilan,” ujarnya.

Dia memperingatkan bahwa Beijing kini mempertaruhkan kredibilitas nasional pada bisnis e-commerce. Jika muncul skandal produk atau kegagalan besar, dampaknya dapat meluas ke tingkat kepercayaan publik terhadap institusi negara.

“Pada akhirnya, krisis China bukan hanya dilaporkan, tetapi juga bahkan disiarkan langsung melalui livestream,” pungkas Jathindra.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Buronan Kasus Penipuan...
Buronan Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara Rp7 Miliar Ditangkap di Bandara Soetta
Spanyol Ngamuk, Sikat...
Spanyol Ngamuk, Sikat Arab Saudi 3-0 di Babak Pertama
10 Fakta Menarik Spanyol...
10 Fakta Menarik Spanyol Pecundangi Arab Saudi di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
Rupiah Jeblok ke Level...
Rupiah Jeblok ke Level Terendah Sejak Krisis 1998
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved