Presiden Iran Diklaim Mundur karena Ribut dengan IRGC, Ini Faktanya

Senin, 01 Juni 2026 - 09:47 WIB
loading...
A A A
"Penyebaran rumor oleh jaringan asing yang tidak terhormat itu merupakan kelanjutan dari permainan media yang menggelikan sebelumnya. Mereka telah menerbitkan angan-angan mereka sendiri sebagai pengganti kenyataan," tulis Tabatabaei, Senin (1/6/2026).

"Presiden Pezeshkian tidak akan mundur dari pengabdian kepada rakyat, sebagaimana bangsa Iran tidak akan mundur dari jalan solidaritas dan perlawanan. Mereka akan membawa keinginan mereka untuk menghancurkan persatuan bangsa Iran sampai ke liang kubur," imbuh dia.

Laporan Iran International mengeklaim mengutip sumber Iran, yang mengeklaim bahwa Pezeshkian telah menyerahkan surat pengunduran diri resmi kepada Kantor Pemimpin Tertinggi, di mana dia mengatakan bahwa di bawah dominasi IRGC dalam pengambilan keputusan, dia tidak mampu menjalankan pemerintahan dan melaksanakan tanggung jawab hukumnya, dan karena alasan itu, dia meminta untuk segera mengundurkan diri.

Hal ini menambah laporan berbulan-bulan yang mengeklaim adanya ketegangan antara pemerintah dan lembaga militer-keamanan Republik Islam. Sebelumnya, sebuah laporan The New York Times mengeklaim bahwa sekelompok kecil pria elite di posisi senior, yang sebagian besar adalah komandan senior IRGC saat ini atau mantan, memandu pengambilan keputusan di Iran.

"Para pejabat senior Iran menyatakan bahwa semua masalah penting dijalankan oleh pewaris berusia 56 tahun itu. Namun, pengambilan keputusan melampaui satu orang," tulis The New York Times, menambahkan bahwa para pejabat itu adalah "sekelompok saudara yang tangguh" yang pengalaman utamanya adalah perang brutal delapan tahun antara Iran dan Irak yang dimulai pada tahun 1980.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved