Presiden Iran Diklaim Mundur karena Ribut dengan IRGC, Ini Faktanya

Senin, 01 Juni 2026 - 09:47 WIB
loading...
Presiden Iran Diklaim...
Pihak berwenang Iran bantah laporan bahwa Presiden Masoud Pezeshkian mengundurkan diri sebagai protes atas dominasi IRGC dalam pengambilan keputusan negara di masa perang. Foto/Tehran Times
A A A
TEHERAN - Sebuah laporan media yang berbasis di Inggris mengeklaim bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengajukan pengunduran diri sebagai protes atas dominasi tak terkendali Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam pengambilan keputusan masa perang. Namun, pihak berwenang Iran membantah klaim tersebut.

Iran International yang berbasis di Inggris melaporkan bahwa Pezeshkian telah mengajukan pengunduran dirinya kepada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Baca Juga: Iran Diduga Gunakan Rudal China saat Tembak Jatuh Jet Tempur F-15 AS

Menurut laporan itu, Pezeshkian mengatakan bahwa pemerintah terpilih secara efektif telah dikecualikan dari proses pengambilan keputusan penting di negara tersebut dan bahwa kekosongan yang diciptakan oleh situasi ini telah memungkinkan faksi garis keras di dalam IRGC untuk mengambil kendali urusan negara.

Mengutip sumber pemerintah, Tasnim News Agency yang berafiliasi dengan IRGC melaporkan bahwa Presiden Pezeshkian belum mengundurkan diri dan terus menjalankan tugasnya.

Secara terpisah, Seyed Mehdi Tabatabaei, wakil kepala komunikasi dan informasi di kantor presiden, juga membantah laporan Iran International dalam sebuah unggahan di X. Dia dan mengatakan bahwa Pezeshkian tidak akan mundur dari pengabdian kepada rakyat.

"Penyebaran rumor oleh jaringan asing yang tidak terhormat itu merupakan kelanjutan dari permainan media yang menggelikan sebelumnya. Mereka telah menerbitkan angan-angan mereka sendiri sebagai pengganti kenyataan," tulis Tabatabaei, Senin (1/6/2026).

"Presiden Pezeshkian tidak akan mundur dari pengabdian kepada rakyat, sebagaimana bangsa Iran tidak akan mundur dari jalan solidaritas dan perlawanan. Mereka akan membawa keinginan mereka untuk menghancurkan persatuan bangsa Iran sampai ke liang kubur," imbuh dia.

Laporan Iran International mengeklaim mengutip sumber Iran, yang mengeklaim bahwa Pezeshkian telah menyerahkan surat pengunduran diri resmi kepada Kantor Pemimpin Tertinggi, di mana dia mengatakan bahwa di bawah dominasi IRGC dalam pengambilan keputusan, dia tidak mampu menjalankan pemerintahan dan melaksanakan tanggung jawab hukumnya, dan karena alasan itu, dia meminta untuk segera mengundurkan diri.

Hal ini menambah laporan berbulan-bulan yang mengeklaim adanya ketegangan antara pemerintah dan lembaga militer-keamanan Republik Islam. Sebelumnya, sebuah laporan The New York Times mengeklaim bahwa sekelompok kecil pria elite di posisi senior, yang sebagian besar adalah komandan senior IRGC saat ini atau mantan, memandu pengambilan keputusan di Iran.

"Para pejabat senior Iran menyatakan bahwa semua masalah penting dijalankan oleh pewaris berusia 56 tahun itu. Namun, pengambilan keputusan melampaui satu orang," tulis The New York Times, menambahkan bahwa para pejabat itu adalah "sekelompok saudara yang tangguh" yang pengalaman utamanya adalah perang brutal delapan tahun antara Iran dan Irak yang dimulai pada tahun 1980.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Perang Meluas, Ukraina...
Perang Meluas, Ukraina Serang Kapal Perang Rusia dan 2 Kapal Kargo Militer Terkait Iran
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
Kebakaran Hutan Dahsyat...
Kebakaran Hutan Dahsyat Menyebar di Prancis, Lebih dari 10.000 Orang Dievakuasi
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Ingin Hancurkan Tepi Barat seperti Gaza
Rekomendasi
Ketua Harian DPP Partai...
Ketua Harian DPP Partai Ummat: Harlah PKB Momentum Rekonsiliasi Politik Nasional
Muslimah pun Perlu Berdakwah,...
Muslimah pun Perlu Berdakwah, Ini Peran Penting Wanita dalam Syiar Islam
DBH Dipotong Pemerintah...
DBH Dipotong Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Jakarta Hanya Revitalisasi 11 Sekolah Tahun Ini
Berita Terkini
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved