Israel Lancarkan Serangan Besar-besaran, Pemimpin Militer Hamas Mohammed Odeh Tewas

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:22 WIB
loading...
A A A
Pemerintah Israel mempertahankan bahwa mereka memiliki izin untuk menargetkan anggota Hamas dan pada gilirannya menuduh Hamas melanggar perjanjian gencatan senjata dengan gagal melucuti senjata.

Tahap-tahap selanjutnya dari rencana perdamaian yang dipimpin AS untuk Gaza belum diberlakukan, dengan kemajuan yang terhenti sejak AS dan Israel memulai perang dengan Iran pada bulan Februari.

AS mengumumkan dimulainya fase kedua rencana tersebut pada bulan Januari, dengan pemerintahan Gaza diambil alih oleh pemerintahan transisi teknokratis bersamaan dengan demiliterisasi dan rekonstruksi wilayah tersebut.

Namun, pembicaraan tentang perlucutan senjata tetap buntu, sementara Hamas sejak itu mengaktifkan kembali pasukan polisinya dan tampaknya menegaskan kembali otoritasnya.

Dalam pernyataannya, Netanyahu mengatakan Israel akan "terus mengejar siapa pun yang ikut serta dalam pembantaian 7 Oktober", menambahkan: "Cepat atau lambat, Israel akan menangkap mereka semua."

Sekitar 1.200 orang tewas dalam serangan yang dipimpin Hamas dan 251 lainnya disandera.

Israel menanggapi dengan melancarkan kampanye militer besar-besaran di Gaza, yang menghancurkan sebagian besar wilayah Palestina dan menyebabkan banyak dari 2,1 juta penduduknya mengungsi.

Pasukan Israel telah membunuh lebih dari 72.800 orang di Gaza, menurut kementerian kesehatannya, yang angkanya dianggap dapat diandalkan oleh PBB.

Serangan Israel terbaru di Gaza terjadi setelah 31 orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon, di mana Netanyahu telah berjanji untuk meningkatkan aksi militer terhadap kelompok bersenjata Hizbullah. Militer Israel mengatakan serangannya menargetkan infrastruktur dan pejuang Hizbullah.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Hamas dan Hizbullah...
Hamas dan Hizbullah Jadi Tamu Istimewa pada Pemakaman Khamenei
Dubes Iran Tegas Tolak...
Dubes Iran Tegas Tolak Gencatan Senjata di Gaza: Palestina Harus Dibebaskan!
Jenazah Pemimpin Tertinggi...
Jenazah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei Tiba di Teheran untuk Upacara Perpisahan
Kylian Mbappe Balas...
Kylian Mbappe Balas Ejekan Rasis Anggota Parlemen Paraguay: Wanita Hina!
Rekomendasi
Dituduh Meniru Porsche...
Dituduh Meniru Porsche Taycan, Bos MG Kehilangan Muka
Ilmuwan Klaim Berhasil...
Ilmuwan Klaim Berhasil Menghitung Waktu Akhir Kehidupan Bumi
Prabowo Minta Dibentuk...
Prabowo Minta Dibentuk Satgas Akademisi, Begini Reaksi Mendiktisaintek
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved