Intel AS: Mojtaba Khamenei Sembunyi di Tempat Paling Rahasia, Pejabat Iran Pun Tak Tahu

Senin, 25 Mei 2026 - 12:48 WIB
loading...
Intel AS: Mojtaba Khamenei...
Intelijen AS sebut Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei bersembunyi di tempat paling rahasia, bahkan pejabat tinggi Iran pun tak tahu lokasinya. Foto/Tehran Times
A A A
WASHINGTON - Intelijen Amerika Serikat (AS) menunjukkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei bersembunyi di lokasi yang sangat rahasia, dengan akses yang sangat terbatas ke dunia luar. Dia hanya dapat dihubungi melalui "jaringan kurir yang rumit".

Laporan baru dari CBS News mengungkap hal itu, dengan mengutip para pejabat intelijen AS yang tidak disebutkan namanya.

Baca Juga: Trump Berubah Lagi, Perintahkan Negosiator AS Jangan Terburu-buru Deal dengan Iran

“Para pejabat Iran yang diberi wewenang untuk bekerja sama dengan pemerintahan Trump mengalami kesulitan berkomunikasi di dalam sistem pemerintahan mereka sendiri, dan ini merupakan alasan utama mengapa detail kesepakatan potensial dengan Iran, dan perjanjian sebelumnya, lambat muncul,” tulis media Amerika itu dalam laporannya, Senin (25/5/2026).

“Ketika AS mengirimkan detail yang diusulkan, kesulitan untuk menghubungi pemimpin tertinggi berarti dapat terjadi penundaan yang lama sebelum AS menerima tanggapan," lanjut laporan tersebut.

Lebih lanjut, laporan itu menyebutkan bahwa Mojtaba Khamenei, yang terluka sebelumnya dalam serangan di awal perang, “mengambil tindakan ekstrem” untuk menjaga dirinya tetap aman.

Dia masih belum terlihat atau terdengar di depan umum sejak perang melawan AS dan Israel dimulai 28 Februari. Sesekali, pernyataan yang dikaitkan dengannya dilaporkan melalui media pemerintah Iran.

“Secara sengaja, bahkan para pejabat di tingkat tertinggi pemerintah Iran pun tidak tahu di mana dia berada dan tidak memiliki cara untuk menghubunginya secara langsung,” sambung laporan CBS.

“Sebaliknya, pesan-pesan disampaikan melalui jaringan kurir yang dibuat untuk menyembunyikan lokasinya.”

Salah satu pejabat yang dikutip, yang terdengar agak kesal, mengatakan: “Setiap informasi yang dia terima sudah ketinggalan zaman dan ada banyak keterlambatan dalam tanggapannya."

"Inilah mengapa Anda melihat orang-orang mengatakan hal-hal seperti, 'Pemimpin tertinggi telah menyetujui kerangka kerja', atau 'Kami menunggu kabar tentang poin-poin kesepakatan akhir'," ujarnya.

Mojtaba Khamenei mengambil alih peran Pemimpin Tertinggi pada Maret 2026, dipilih oleh ulama senior di Majelis Pakar.

Seorang juru bicara Gedung Putih menolak untuk berkomentar tentang intelijen mengenai keberadaan Mojtaba Khamenei atau pun metode komunikasi Iran.

Seorang pejabat senior pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Mojtaba Khamenei telah menyetujui garis besar draf perjanjian saat ini, dan Presiden Trump mem-posting di Truth Social bahwa dia mengantisipasi keputusan akhir dalam beberapa hari ke depan.

Pejabat AS mengatakan intelijen AS dan Israel yang diperoleh dari dalam pemerintahan Iran telah memungkinkan untuk menemukan dan melenyapkan sebagian besar pemimpin senior republik Islam selama perang.

Pada titik ini, sebagian besar pemimpin Iran tidak melihat cahaya matahari, menghabiskan waktu berminggu-minggu di dalam bunker yang sangat dibentengi dan menghindari berbicara satu sama lain kecuali benar-benar diperlukan.

"Melihat mereka berusaha mencari cara untuk berkomunikasi satu sama lain hampir seperti menonton sitkom. Mereka benar-benar frustrasi," kata pejabat tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Viral, Ribuan Warga...
Viral, Ribuan Warga Malaysia Antre 2 Km di Bawah Terik Matahari untuk Melamar Kerja
Rekomendasi
Resmi Masuk Daftar Belanja...
Resmi Masuk Daftar Belanja TNI AU, Ini Spesifikasi Chengdu J-10C Buatan China yang Akan Perkuat Langit Indonesia
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya...
Eks Wakil BGN Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Hari Ini
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Berita Terkini
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved