Tersangka Penembakan Dekat Gedung Putih Ditembak Mati, Meyakini Dirinya Yesus

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:36 WIB
loading...
Tersangka Penembakan...
Tersangka penembakan di dekat Gedung Putih yang ditembak mati agen Secret Service diidentifikasi sebagai Nasire Best. Dia meyakini dirinya Yesus Kristus. Foto/X/Stephen L. Miller
A A A
WASHINGTON - Tersangka penembakan di dekat Gedung Putih telah ditembak mati agen Secret Service dalam baku tembak pada Sabtu petang waktu Amerika Serikat (AS). Tersangka diidentifikasi sebagai Nasire Best, yang menurut catatan pengadilan percaya bahwa dirinya adalah Yesus.

Seorang warga sipil juga terluka, menurut Secret Sevice AS (USSS). Pihak berwenang mengatakan Presiden AS Donald Trump selamat dan aman karena berada di dalam Gedung Putih selama insiden penembakan terjadi.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Diguncang 20 hingga 30 Tembakan, Gedung Putih Lockdown

Sederet Fakta tentang Penembakan Dekat Gedung Putih

1. Baku Tembak, 30 Tembakan Dilepaskan

Tersangka mondar-mandir di area depan Gedung Putih sebelum menembak. Insiden terjadi di dekat Jalan ke-17 dan Pennsylvania Avenue NW, di luar kompleks Gedung Putih, pukul 18.00 petang. Tersangka menghabiskan waktu mondar-mandir di area tersebut sebelum mendekati pos pemeriksaan Secret Service, menurut laporan Bloomberg.

Tersangka menembak tiga kali. Dia kemudian mengeluarkan pistol dari tasnya dan mulai menembak petugas yang ditempatkan di sana.

Baku tembak antara tersangka dan para agen Secret Service pecah. Sekitar 30 tembakan dilepaskan. Tembakan agen Secret Service mengenai tersangka.

Tersangka terjatuh setelah ditembak. Dia dibawa ke Rumah Sakit George Washington, di mana dia kemudian dinyatakan tewas.

2. Tersangka Percaya Dirinya Yesus

Nasire Best (21) telah diidentifikasi sebagai tersangka penembakan oleh beberapa media AS. Dia dilaporkan telah dikenal oleh pihak berwenang, digambarkan sebagai orang yang mengalami gangguan emosional, dan sebelumnya telah dikenai "perintah menjauh" dari area sekitar Gedung Putih.

Best sebelumnya telah ditahan dan ditangkap karena menghalangi lalu lintas di dekat Gedung Putih dan karena masuk tanpa izin setelah melewati pos keamanan yang dibatasi, dengan catatan pengadilan juga mencatat perilaku yang tidak menentu. "[Best] mengeklaim dirinya adalah Yesus Kristus dan bahwa dia ingin ditangkap," bunyi catatan pengadilan sebelumnya tentang insiden tersebut.

3. Gedung Putih Lockdown

Secret Service mengatakan sedang menyelidiki insiden tersebut, sementara Direktur FBI Kash Patel mengonfirmasi bahwa pihaknya ikut membantu. Departemen Kepolisian Metropolitan meminta masyarakat untuk menghindari daerah tersebut sementara operasi keamanan berlanjut.

Lockdown dan respons darurat diberlakukan lokasi kejadian. Para jurnalis dan staf Gedung Putih dipindahkan ke area yang aman, termasuk ruang konferensi pers.

Koresponden ABC News, Selina Wang, memposting video yang menggambarkan "puluhan tembakan" saat dia dan yang lainnya berlindung di tenda media. Area di luar Gedung Putih ditutup dengan pita kuning, dan para penyelidik menempatkan puluhan penanda bukti berwarna oranye di trotoar. Barang-barang medis, termasuk sarung tangan dan perlengkapan darurat, berada di lokasi kejadian.

4. Trump Berada di Gedung Putih

Insiden itu terjadi tak lama setelah Presiden Donald Trump mem-posting di Truth Social bahwa dia berada di Oval Office sedang mengerjakan kemungkinan kesepakatan damai dengan Iran. Jurnalis Nick Sortor menulis di X: “Tidak ada agen Secret Service yang terluka. Dan Presiden Trump aman. Syukurlah. Sayangnya, seorang warga sipil tertembak, dan dalam kondisi serius. Berdoalah.”

Penembakan ini terjadi di tengah serangkaian insiden keamanan baru-baru ini di dekat lokasi-lokasi penting di Washington, DC. Ini termasuk penyergapan Garda Nasional di dekat Gedung Putih pada November tahun lalu. Ini juga menyusul dugaan upaya pembunuhan terhadap Trump pada makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih bulan lalu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Pangeran Saudi Ditemukan...
Pangeran Saudi Ditemukan Meninggal di Hotel Mewah London, Diduga Kecanduan Narkoba
Rekomendasi
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Kisah Paredes Dicuekin...
Kisah Paredes Dicuekin Messi Sampai 3 Bulan Gara-gara Liga Champions
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
2 Warga Palestina Ditembak...
2 Warga Palestina Ditembak Mati Militer Israel di Tepi Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved