Iran Dituding Memiliki Bom Nuklir Akhir Tahun Ini dan Berkomplot dengan Korut
Senin, 21 September 2020 - 07:07 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan bahwa perintah eksekutif Presiden Trump yang dijadwalkan pada hari Senin juga akan memungkinkan Washington untuk menggunakan sanksi sekunder terhadap mereka yang membeli atau menjual senjata ke Iran, tidak termasuk mereka dari pasar AS.
Pada hari Sabtu, Menteri Luar Negeri Michael Pompeo mengumumkan bahwa semua sanksi PBB diberlakukan kembali terhadap Iran, dan langkah-langkah baru akan menyusul. Bekas direktur CIA itu menambahkan bahwa AS tidak akan ragu untuk menghukum negara-negara yang menentang Amerika. (Baca juga: Pakar Atom Sebut Iran Mampu Membuat Bom Nuklir dalam 3 Bulan )
Pemerintah Trump telah lama melancarkan kampanye sanksi terhadap Teheran, yang dijuluki sebagai pendekatan "tekanan maksimum". Washington menjatuhkan rentetan sanksi terhadap Teheran dengan dalih menahan ancaman nuklir Iran sembari mengecam apa yang mereka sebut sebagai "pemerintah yang menindas".
Pada Oktober 2019, Pompeo menulis tweet; "Iran harus secara fundamental mengubah perilakunya dan bertindak seperti negara normal, atau dapat menyaksikan ekonominya runtuh".
Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengecam pemerintah AS karena memulihkan sanksi internasional terhadap Teheran. Dia menegaskan bahwa komunitas internasional telah berbicara menentang langkah Amerika tersebut.
Pada hari Sabtu, Menteri Luar Negeri Michael Pompeo mengumumkan bahwa semua sanksi PBB diberlakukan kembali terhadap Iran, dan langkah-langkah baru akan menyusul. Bekas direktur CIA itu menambahkan bahwa AS tidak akan ragu untuk menghukum negara-negara yang menentang Amerika. (Baca juga: Pakar Atom Sebut Iran Mampu Membuat Bom Nuklir dalam 3 Bulan )
Pemerintah Trump telah lama melancarkan kampanye sanksi terhadap Teheran, yang dijuluki sebagai pendekatan "tekanan maksimum". Washington menjatuhkan rentetan sanksi terhadap Teheran dengan dalih menahan ancaman nuklir Iran sembari mengecam apa yang mereka sebut sebagai "pemerintah yang menindas".
Pada Oktober 2019, Pompeo menulis tweet; "Iran harus secara fundamental mengubah perilakunya dan bertindak seperti negara normal, atau dapat menyaksikan ekonominya runtuh".
Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengecam pemerintah AS karena memulihkan sanksi internasional terhadap Teheran. Dia menegaskan bahwa komunitas internasional telah berbicara menentang langkah Amerika tersebut.
Lihat Juga :