Rencana Dewan Perdamaian Dituding Ubah Perlucutan Senjata Jadi Perebutan Tanah Gaza oleh Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:50 WIB
loading...
A A A
Perpindahan dari satu fase ke fase berikutnya tidak akan otomatis. Itu akan bergantung pada konfirmasi komite bahwa tahap sebelumnya telah selesai, termasuk pengumpulan senjata, pembongkaran infrastruktur militer, dan pemulihan kondisi keamanan yang dapat diterima berdasarkan rencana tersebut.

Peta jalan tersebut juga menyatakan penarikan Israel akan dilakukan secara bertahap dan terkait langsung dengan kemajuan yang terverifikasi dalam proses "mengidentifikasi, membatasi, dan mengumpulkan" senjata.

Ini berarti Israel tidak diharuskan meninggalkan Gaza terlebih dahulu. Sebaliknya, warga Palestina akan diminta melucuti senjata sementara pasukan Israel tetap berada di dalam wilayah tersebut, dengan penarikan lebih lanjut bergantung pada verifikasi dari luar.

Bahkan fase terakhir pun tidak menjamin penarikan Israel sepenuhnya. Teks tersebut mengatakan pasukan Israel akan meninggalkan Gaza kecuali untuk "perimeter keamanan", di mana mereka akan tetap berada di sana sampai Gaza dianggap aman dari ancaman baru.

Peta jalan tersebut tidak mendefinisikan ukuran perimeter ini atau menetapkan tenggat waktu yang pasti bagi Israel untuk meninggalkannya.

Baca juga: Yordania Kutuk Penyitaan Properti oleh Israel di Dekat Masjid Al-Aqsa
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Kebakaran Hutan Dahsyat...
Kebakaran Hutan Dahsyat Menyebar di Prancis, Lebih dari 10.000 Orang Dievakuasi
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Berita Terkini
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Dicopot dari Jabatannya atas Tuduhan Pelecehan Seksual Bermotif Politik
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa Evakuasi 80.000 Orang di Prancis dan Spanyol
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
Infografis
Membangkang, Panglima...
Membangkang, Panglima Israel Tolak Perintah Serang Gaza Besar-besaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved