AS Resmi Mendakwa Mantan Presiden Kuba Raul Castro atas Penembakan 2 Pesawat

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:41 WIB
loading...
AS Resmi Mendakwa Mantan...
Kejaksaan Amerika Serikat resmi mendakwa mantan presiden Kuba Raul Castro atas penembakan dua pesawat tahun 1996. Foto/Cuban News Agency
A A A
WASHINGTON - Jaksa federal Amerika Serikat (AS) pada hari Rabu mengumumkan dakwaan terhadap mantan Presiden Kuba Raul Castro atas penembakan dua pesawat sipil yang dioperasikan oleh para pengungsi yang berbasis di Miami pada tahun 1996. Dakwaan diumumkan seiring dengan meningkatnya tekanan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap pemerintah sosialis tersebut.

Dakwaan tersebut terkait dengan dugaan peran Castro dalam penembakan dua pesawat kecil yang dioperasikan oleh kelompok pengungsi Brothers to the Rescue. Castro, yang kini berusia 94 tahun, menjabat sebagai menteri pertahanan Kuba pada saat itu. Dakwaan tersebut termasuk pembunuhan dan perusakan pesawat.

Baca Juga: AS Hendak Mendakwa Eks Presiden Kuba Raul Castro atas Penembakan 2 Pesawat yang Kabur ke Amerika

Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche dan pejabat tinggi Departemen Kehakiman AS lainnya mengumumkan hal ini di Miami dalam sebuah upacara untuk menghormati mereka yang tewas dalam penembakan tersebut.

"Selama hampir 30 tahun, keluarga dari empat warga Amerika yang terbunuh telah menunggu keadilan," kata Blanche.

"Mereka adalah warga sipil yang tidak bersenjata dan sedang melakukan misi kemanusiaan untuk penyelamatan dan perlindungan orang-orang yang melarikan diri dari penindasan di Selat Florida," lanjut dia, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (21/5/2026).

Ketika ditanya sejauh mana otoritas Amerika akan bertindak untuk membawa Castro menghadapi dakwaan di AS, Blanche mengatakan: "Ada surat perintah penangkapan yang dikeluarkan untuknya. Jadi kami berharap dia akan muncul di sini, atas kemauannya sendiri atau dengan cara lain."

Pemerintah federal, katanya, mendakwa orang-orang di luar Amerika Serikat "sepanjang waktu" dan menggunakan berbagai metode untuk membawa mereka ke pengadilan.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengutuk dakwaan tersebut dan menuduh AS berbohong dan memanipulasi peristiwa tahun 1996.

Dia menyebutnya tindakan politik tanpa dasar hukum. "Yang hanya bertujuan untuk memperkuat kasus yang mereka buat untuk membenarkan tindakan bodoh agresi militer terhadap Kuba," ujarnya.

Diaz-Canel juga menulis di X: "Kuba bertindak dalam pembelaan diri yang sah di dalam perairan teritorialnya setelah pelanggaran wilayah udara yang berulang dan berbahaya oleh teroris terkenal."

Dia mengatakan bahwa pejabat AS pada saat itu telah diperingatkan tentang pelanggaran tersebut tetapi membiarkannya berlanjut.

Marlene Alejandre-Triana, yang ayahnya, Armando Alejandre Jr, termasuk di antara mereka yang meninggal, mengatakan bahwa dakwaan tersebut "sudah lama tertunda". Dia mengatakan ayahnya hanya ingin membawa kebebasan ke tanah airnya, Kuba.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
3 Pelaut India Tewas...
3 Pelaut India Tewas Akibat Serangan Kapal Tanker oleh AS di Lepas Pantai Oman
Ini Isi Perjanjian Damai...
Ini Isi Perjanjian Damai AS-Iran yang Diklaim Trump, Tak Ada Ganti Rugi Perang
Rekomendasi
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Berita Terkini
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Infografis
Tegang, Jet Tempur China...
Tegang, Jet Tempur China Kejar Pesawat AS Dekat Kapal Induk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved